Hubungan Variabilitas Denyut Jantung Janin pada Kardiotokografi Terhadap Ph Arteri Umbilikal Neonatus di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta
Meydita Fauzia Putri Insani, dr. Irwan Taufiqur Rachman, Sp. O. G., Subsp.K. Fm. ; Dr. dr. Eugenius Phyowai Ganap, Sp.O.G, Subsp. Obginsos
2025 | Tesis-Spesialis | S2 Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan
Latar Belakang : Penggunaan KTG meningkatkan intervensi berupa SC tinggi sehingga kejadian komplikasi paska SC juga meningkat. Penelitian sebelumnya menyebutkan KTG memiliki false positive rate tinggi sehingga banyak KTG menyebabkan intervensi yang tidak perlu. Pemahaman yang baik serta penelitian lebih jauh diperlukan untuk mendapatkan nilai dari masing masing parameter KTG untuk mendeteksi fetal asidemia.
Tujuan: Menjelaskan hubungan antara variabilitas denyut jantung janin (DJJ) sebagai prediktor untuk memprediksi luaran neonatus berupa pH arteri umbilikal <7>
Metode: Penelitian menggunakan metode kohort prospektif dengan menganalisis hasil pH arteri umbilikal neonatus yang dilakukan SC di RSUP dr Sardjito Yogyakarta dengan indikasi KTG kategori 2 atau Kategori 3. Dilakukan analisis pada parameter variabilitas DJJ dan kombinasinya dengan deselerasi dan baseline DJJ abnormal.
Hasil Penelitian: Variabilitas DJJ tidak menurunkan pH arteri umbilikal hingga <7 p=0.106).>
Kesimpulan: Variabilitas DJJ tidak dapat secara independen mendeteksi pH arteri umbilikal <7>
Background : CTG had been used widely and cause increasing rate of caesarean section thus complication rate of caesarean section increases. Previous studies mention CTG has high false positive rate which resulted in unnecessary intervention. Deeper understanding and further investigation of each CTG parameter’s value in detecting fetal acidemia.
Aim: Elaborate the relation between fetal heart rate (FHR) variability in CTG and Umbilical artery pH. To analysis strength of this parameter to predict umbilical artery pH <7>
Method: This research is a prospective cohort study that analyze umbilical artery pH of neonates born after emergency SC in RSUP dr Sardjito Yogyakarta due to CTG category 2 and 3. Analysis on FHR variability along with combination with deceleration and abnormal baseline FHR then performed.
Result: FHR variability not significantly reduced umbilical artery pH at <7 p=0.106).>
Conclusion: FHR variability can not independently predict umbilical artery pH <7>
Kata Kunci : Kardiotokografi, Variabilitas DJJ, Keluaran neonatus, pH arteri umbilikal.