Laporkan Masalah

Pengaruh Modal Intelektual Terhadap Kinerja Keuangan: Studi Empiris Pada Perusahaan Yang Tercatat Pada Indeks LQ45 dan PEFINDO25

Dinda Fajriasani, I Wayan Nuka Lantara, M.Si., Ph.D.,

2025 | Tesis | S2 Manajemen

Indeks LQ45 dan PEFINDO25 merepresentasikan dua kelompok perusahaan dengan karakteristik yang berbeda. LQ45 didominasi oleh perusahaan besar dengan tingkat likuiditas tinggi dan fundamental yang kuat, sementara PEFINDO25 terdiri atas perusahaan kecil-menengah dengan kinerja keuangan yang baik dan potensi pertumbuhan yang menjanjikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Intellectual Capital terhadap kinerja keuangan perusahaan dengan menggunakan pendekatan Resource-Based View (RBV). Dalam perspektif RBV, Intellectual Capital dipandang sebagai aset strategis tak berwujud yang mampu menciptakan keunggulan kompetitif berkelanjutan apabila memenuhi karakteristik VRIN (Valuable, Rare, Inimitable, Non-substitutable). Pendekatan ini memberikan kerangka konseptual yang kuat untuk memahami peran sumber daya internal dalam mendukung keberlanjutan nilai perusahaan.

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis regresi data panel, dan mengadopsi pendekatan Value Added Intellectual Coefficient (VAIC) yang mencakup tiga komponen utama: Human Capital Efficiency (HCE), Structural Capital Efficiency (SCE), dan Capital Employed Efficiency (CEE). Kinerja keuangan perusahaan diukur dengan menggunakan tiga indikator utama, yaitu Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), dan Net Profit Margin (NPM). Data dianalisis menggunakan perangkat lunak EViews, dengan serangkaian uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, autokorelasi) untuk memastikan validitas model, serta uji F dan uji t untuk mengukur signifikansi pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Intellectual Capital secara agregat (VAIC) lebih berkontribusi pada profitabilitas (NPM) di perusahaan besar (LQ45), sementara pada perusahaan kecil-menengah (PEFINDO25), lebih memengaruhi efisiensi aset (ROA) dan pengembalian ekuitas (ROE). Di tingkat komponen, Human Capital Efficiency (HCE) terbukti meningkatkan efisiensi operasional dan profitabilitas di perusahaan besar, namun tidak signifikan di perusahaan kecil-menengah. Sebaliknya, Structural Capital Efficiency (SCE) tidak memberikan pengaruh positif, bahkan menunjukkan korelasi negatif terhadap efisiensi aset dan profitabilitas, mencerminkan potensi inefisiensi dalam pengelolaan struktur organisasi. Sementara itu, Capital Employed Efficiency (CEE) secara konsisten menjadi determinan utama peningkatan kinerja keuangan di seluruh kelompok perusahaan dan seluruh proksi pengukuran, menegaskan bahwa optimalisasi penggunaan modal adalah kunci dalam memperkuat daya saing dan profitabilitas perusahaan baik skala besar maupun kecil-menengah.

The LQ45 and PEFINDO25 indices represent two distinct groups of companies with differing characteristics. LQ45 consists primarily of large-cap firms with high liquidity and strong fundamentals, while PEFINDO25 comprises small to medium-sized enterprises (SMEs) with solid financial performance and promising growth potential. This study aims to analyze the influence of Intellectual Capital on corporate financial performance using the Resource-Based View (RBV) framework. In the RBV perspective, Intellectual Capital is considered a strategic intangible asset capable of creating sustainable competitive advantage when it fulfills the VRIN criteria (Valuable, Rare, Inimitable, Non-substitutable). This theoretical approach offers a robust foundation for understanding the role of internal resources in sustaining firm value.

The research adopts a quantitative method through panel data regression analysis, employing the Value Added Intellectual Coefficient (VAIC) approach. VAIC consists of three main components: Human Capital Efficiency (HCE), Structural Capital Efficiency (SCE), and Capital Employed Efficiency (CEE). Financial performance is measured using three key indicators: Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), and Net Profit Margin (NPM). The data is analyzed using EViews software, with classical assumption tests (normality, multicollinearity, heteroscedasticity, and autocorrelation) to ensure model validity, followed by F-tests and t-tests to examine the significance of independent variables on the dependent variables.

This study finds that the influence of intellectual capital on corporate financial performance varies depending on company size and the performance indicators used. Aggregate intellectual capital (VAIC) contributes more significantly to profitability (NPM) in large enterprises (LQ45), while in small to medium enterprises (PEFINDO25), it has a stronger impact on asset efficiency (ROA) and return on equity (ROE). At the component level, Human Capital Efficiency (HCE) enhances operational efficiency and profitability in larger companies but shows no significant effect in smaller firms. Conversely, Structural Capital Efficiency (SCE) does not exhibit a positive impact; in fact, it demonstrates a negative correlation with asset efficiency and profitability, suggesting potential inefficiencies in organizational structure management. Meanwhile, Capital Employed Efficiency (CEE) consistently emerges as the most influential factor in improving financial performance across all company groups and performance proxies, underscoring the importance of optimizing capital utilization as a key driver of competitiveness and profitability for both large corporations and small to medium enterprises.

Kata Kunci : Intellectual Capital, VAIC, financial performance, LQ45, PEFINDO25, RBV

  1. S2-2025-529970-abstract.pdf  
  2. S2-2025-529970-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-529970-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-529970-title.pdf