Kontinuitas Elemen Arsitektural Bangunan Indis dengan Fungsi Kuliner pada Kawasan Kotabaru Yogyakarta
Nabila Aufelisa, Dr. Ir. Dwita Hadi Rahmi, M.A.
2025 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur
KCB Kotabaru merupakan sebuah kawasan permukiman peninggalan Belanda yang cukup unik dan masih ada hingga saat ini dengan berbagai penyesuaian yang terjadi. Pertumbuhan kebutuhan lahan untuk kegiatan ekonomi juga berdampak pada penurunan ketersediaan lahan hingga munculnya upaya pemanfaatan bangunan lama yang dikenal saat ini sebagai adaptive re-use. Kegiatan ekonomi yang memicu wisatawan hingga muncul sebuah kajian himbauan untuk menjadikan kawasan Kotabaru sebagai pusat kuliner dengan nuansa indis. Pemanfaatan kembali hunian menjadi fungsi kuliner ini tentu memicu terjadinya perubahan secara elemen fisik juga, namun mengingat kawasan Kotabaru adalah kawasan cagar budaya perlu adanya perhatian khusus agar pemanfaatan yang dilakukan tidak merubah karakter dan masih memiliki kontinuitas dari bangunan bangunan pada kawasan Kotabaru. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pola pikir deduktif, penelitian ini dilakukan dengan kajian literatur dan observasi lapangan secara langsung. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi elemen arsitektur bangunan yang mengalami perubahan akibat pemfungsian kembali lalu menentukan kontinuitas dari elemen arsitektur bangunan indis yang saat ini dimanfaatkan sebagai fungsi kuliner, kontinuitas elemen arsitektural yang diamati mengacu pada hasil dari penelitian sebelumnya dimana pada penelitian sebelumnya menghasilkan ciri ciri dari hunian indis pada kawasan Kotabaru. Hasil dari observasi dan analisis yang dilakukan menunjukan terdapat beberapa elemen arsitektural bangunan yang diamati masih memiliki kontinuitas yang cukup kuat, elemen arsitektur ini merupakan elemen dari aspek fasad dan gubahan massa bangunan, dan perubahan paling banyak terjadi pada ruang dalam bangunan. Fungsi kuliner pada kawasan Kotabaru masih memiliki mempertahankan elemen arsitektural penting yang dimiliki oleh bangunan sehingga karakter bangunan kawasan Kotabaru.
KCB Kotabaru, a distinctive and well-preserved Dutch colonial enclave, has undergone significant transformations over time. The burgeoning demand for land, spurred by economic growth, has necessitated innovative approaches to land use, including adaptive re-use—repurposing existing buildings for contemporary needs. The area's economic vibrancy has attracted tourists, inspiring a vision of Kotabaru as a culinary destination with an Indische flair. While this transformation has undeniably reshaped the physical fabric of the district, the imperative to safeguard Kotabaru's cultural heritage demands a delicate balance between preservation and adaptation. To comprehensively understand the impact of this transformation, this study adopted a qualitative descriptive approach, employing literature review and direct field observation. The core objective was to pinpoint architectural elements affected by adaptive re-use and assess the continuity of Indische architectural features within culinary establishments. By referencing previous research on Indische residences in Kotabaru, this study established a benchmark for evaluating architectural preservation. Findings reveal that certain architectural elements, notably façade and massing, have retained their original character. Conversely, interior spaces have undergone substantial modifications to accommodate culinary functions. Despite these alterations, the buildings have managed to preserve essential architectural elements, contributing to the overall character of the Kotabaru district. This research underscores the complexities inherent in revitalizing historic urban areas while safeguarding their cultural identity.
Kata Kunci : Kontinuitas, Kuliner, Bangunan Indis