The Implementation of Circular Economy (CE) Business Model in Wood-based Furniture Company in Indonesia; Case Study: Priorrio Galeria, Jepara, Central Java, Indonesia
Donny Aryanto Prabowo, Prof. Amin Wibowo, S.E., M.B.A., Ph.D.
2025 | Tesis | S2 Manajemen
Tesis ini mengeksplorasi penerapan model bisnis ekonomi sirkular (circular economy/CE) di Priorrio Galeria, sebuah perusahaan furnitur berbasis kayu di Indonesia yang saat ini masih beroperasi dengan kerangka ekonomi linear. Studi ini didorong oleh komitmen global dan nasional terhadap pembangunan berkelanjutan, termasuk keselarasan Indonesia dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa dan seruan pemerintah agar pelaku usaha mengintegrasikan praktik berkelanjutan pada tahun 2030. Penerapan prinsip CE dalam industri furnitur menghadirkan peluang besar untuk mengurangi dampak lingkungan, mengoptimalkan efisiensi sumber daya, dan meningkatkan daya saing jangka panjang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor internal dalam Priorrio Galeria yang memengaruhi skala dan kelayakan penerapan CE, serta mengusulkan strategi untuk mengatasi hambatan dalam proses adopsi yang optimal. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara kualitatif dengan para pemangku kepentingan utama di perusahaan guna memperoleh wawasan terkait dukungan kepemimpinan, keterbatasan finansial, keahlian teknis, dan budaya organisasi. Temuan menunjukkan faktor-faktor pendukung penting seperti keterlibatan karyawan dan operasional manufaktur, serta tantangan seperti keterbatasan sumber daya, pengetahuan yang belum merata, dan keterbatasan SDM.
Tesis ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan literatur tentang ekonomi sirkular dengan menawarkan rekomendasi praktis yang disesuaikan dengan konteks industri furnitur di Indonesia, khususnya pada lingkup usaha kecil dan menengah (UKM). Penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia usaha, pembuat kebijakan, dan masyarakat dalam mendorong transisi menuju sistem produksi yang berkelanjutan. Dengan mengatasi hambatan internal dan memanfaatkan kekuatan pendorong, Priorrio Galeria dapat memposisikan diri sebagai pelaku dalam manufaktur furnitur berkelanjutan. Hal ini tidak hanya akan memberikan keuntungan bagi perusahaan di tengah perubahan tren pasar dan kebijakan pemerintah terhadap bisnis, tetapi juga dapat menginspirasi adopsi praktik CE yang lebih luas di industri, terutama bagi produsen furnitur lain di kawasan yang memiliki karakteristik operasi serupa.
This thesis explores the implementation of a circular economy (CE) business model in Priorrio Galeria, a wood-based furniture company in Indonesia currently operating with a linear economy framework. The study is motivated by global and national commitments to sustainable development, including Indonesia’s alignment with the United Nations’ Sustainable Development Goals (SDGs) and the government’s call for businesses to integrate sustainable practices by 2030. Adopting CE principles within the furniture industry presents significant opportunities to reduce environmental impacts, optimize resource efficiency, and enhance long-term competitiveness.
The research aims to identify internal factors within Priorrio Galeria that influence the scale and feasibility of CE implementation and to propose strategies for overcoming barriers to optimal adoption. Data collection involves qualitative interviews with key stakeholders in the company to uncover insights into leadership support, financial constraints, technical expertise, and organizational culture. The findings highlight critical enablers, such as employee engagement and manufacturing operations, alongside challenges like limited resources, non-widespread knowledge and human resources.
This thesis contributes to the growing body of knowledge on CE by providing practical recommendations tailored to the Indonesian furniture industry, particularly within the scope of small and medium-sized enterprises (SMEs). It underscores the importance of collaborative efforts between businesses, policymakers, and communities in driving the transition toward sustainable production systems. By addressing internal barriers and leveraging driving forces, Priorrio Galeria can position itself as a player in sustainable furniture manufacturing, which in turn will benefit the company in various ways due to the changing market trend and government policies on businesses, as well as inspiring broader industry adoption of CE practices. Especially fellow furniture manufacturers in the region that are operating in similar manner.
Kata Kunci : Circular economy, Sustainable Development Goals, furniture company, internal factors, implementation, adoption.