Kajian Daya Dukung Mataair sebagai Sumber Air Bersih di Kecamatan Luwuk Selatan Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah
Lili Shafdila Nursin, Dr. Langgeng Wahyu Santosa, S.Si., M.Si.; Dr. Tjahyo Nugroho Adji, S.Si., M.Sc.Tech.
2025 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan
Mataair adalah perwujudan airtanah yang mucul pada permukaan tanah dan menjadi salah satu sumber daya utama penopang kehidupan. Kecamatan Luwuk Selatan adalah salah satu daerah penghasil mataair di Kabupaten Banggai yang pemanfaatan mataairnya secara umum bersumber dari mataair pada Desa Tontouan, Kecamatan Luwuk yang dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum Kecamatan Luwuk Selatan. Pemenuhan air bersih dalam jumlah besar berkorelasi dengan ukuran kemampuan sumber air bersih, dalam hal ini adalah daya dukung mataair dalam mencukupi kebutuhan masyarakat yang ada di Kecamatan Luwuk Selatan. Kajian penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui potensi dan pola pemanfaatan mataair di Kecamatan Luwuk Selatan; 2) daya dukung mataair sebagai sumber air bersih di Kecamatan Luwuk Selatan; dan 3) strategi pengelolaan lingkungan untuk menjaga kelestarian fungsi mataair sebagai sumber air bersih di Kecamatan Luwuk Selatan. Potensi mataair dianalisis berdasarkan ketersediaan air (debit) dan kualitas air, pemanfaatan dilihat dari kebutuhan air untuk rumah tangga dan non rumah tangga, daya dukung mataair dianalisis dari hasil perbandingan antara total kebutuhan air dengan ketersediaan air, dan strategi pengelolaan fungsi mataair dirumuskan berdasarkan kondisi lingkungan mataair dan wawancara bersama pemangku kepentingan dan masyarakat setempat. Terdapat 8 mataair yang dimanfaatkan oleh masyarakat di Kecamatan Luwuk Selatan. Potensi mataair terbagi dua, yaitu potensi mataair kecil dan besar. Potensi paling besar secara kuantitas yaitu, Mataair Matanyo dengan debit sebesar 1.166 liter/detik dan potensi mataair paling sedikit adalah Mataair Mambual 1 dengan besar debit 0,11 liter/detik. Hasil pengujian laboratorium terhadap kualitas 3 sampel mataair menunjukkan kandungan kromium yang melewati standar dan 2 sampel mataair tidak memenuhi standar total coliform. Sebanyak 7 mataair memiliki status daya dukung surplus, dan 1 mataair bersifat defisit pada tahun 2024. Mataair di Kecamatan Luwuk Selatan menghadapi beban lingkungan berupa perubahan lingkungan mataair akibat alih fungsi lahan, serta ancaman kualitas mataair yang dapat semakin meburuk akibat aktivitas pertanian dan limbah rumah tangga. Kualitas mataair yang kurang baik memerlukan upaya pemantauan dan pemeliharaan. Pengelolaan fungsi setiap mataair dan perlindungan daerah resapan air memerlukan keterlibatan berbagai pihak baik pemerintah daerah, peneliti, masyarakat lokal, dan pelaku usaha dengan komitmen upaya jangka panjang.
Spring is a form of groundwater that appears on the ground surface and is one of the main resources for life support. South Luwuk Sub-district is one of the spring-producing areas in Banggai Regency where spring water is generally sourced from springs in Tontouan Village, Luwuk Sub district, managed by the Regional Drinking Water Company of South Luwuk Sub-district. The fulfillment of clean water in large quantities correlates with a measure of the ability of the clean water source, in this case the carrying capacity of the spring to meet the needs of the community in South Luwuk Sub-district. This research study aims to: 1) to determine the potential and utilization patterns of springs in South Luwuk; 2) the carrying capacity of springs as a source of clean water in South Luwuk; and 3) environmental management strategies to preserve the spring function as a source of clean water in South Luwuk Sub-district. The potential of the springs is assessed based on water availability (discharge) and water quality, utilization is assessed based on household and non-household water needs, the carrying capacity of the springs is assessed based on the comparison between total water needs and water availability, and management strategies for spring functions are formulated based on the environmental conditions of the springs and interviews with stakeholders and local communities. There are 8 springs that are beneficially used by the community in South Luwuk Sub-district. The potential of the springs is classified into high and low potential. The largest potential in terms of quantity is Matanyo spring with a discharge of 1,166 liters/second and and the smallest potential spring is Mambual 1 with a discharge of 0.11 liters/second. Laboratory testing of the quality of three spring samples indicated that the chromium content exceeded the standard and two spring samples did not meet the total coliform standard. A total of 7 springs have a surplus carrying capacity status, and 1 spring is in deficit in 2024. Springs in South Luwuk Sub-district are facing environmental pressures due to spring environmental alterations as a result of land use change, as well as the threat of deteriorating spring quality due to agricultural activities and household waste. The poor quality of the springs requires monitoring and maintenance work. The management of the spring function and the protection of water catchment areas require the involvement of various parties including local government, researchers, local communities and business actors with a commitment to long-term action.
Kata Kunci : potensi mataair, daya dukung, kebutuhan air bersih, Luwuk Selatan