Analisis Kinerja Operasi Grade Of Automation 3 Pada Sistem Perkeretaapian Indonesia (Studi Kasus: PT LRT Jabodebek)
Lavina Ngesti Bintari, Dr. Eng. Ir. Imam Muthohar, S.T., M.T., IPM.; Prof. Ir. Siti Malkhamah, M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN.Eng.
2025 | Tesis | S2 Mag. S. & T.Transportasi
Industri perkeretaapian
Indonesia berkembang pesat melalui perluasan jaringan rel dan adopsi teknologi modern.
Otomatisasi kereta, dari manual hingga otomatis penuh, ditunjukkan melalui Grade
of Automation (GoA). GoA 3 merupakan salah satu tingkat otomatisasi
beroperasi tanpa masinis, dengan peran manusia terbatas pada pemantauan dan
penanganan darurat. Sistem ini telah diterapkan pada LRT Jabodebek yang menjadi
objek penelitian terkait efisiensi, keandalan, dan rekomendasi pengembangan
lebih lanjut.
Penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan metode Data Envelopment Analysis (DEA),
melalui dua model yaitu Variable Return to Scale (VRS) dan Constant
Return to Scale (CRS). variabel Input yang dianalisis meliputi
jumlah trainset, frekuensi perjalanan LRT, dwell time, kecepatan
operasional, jumlah stasiun, dan jarak antar stasiun. Output yang
digunakan adalah volume penumpang dan waktu tempuh. Evaluasi keandalan
dilakukan melalui on time performance (OTP) dan kesesuaian headway
perencanaan dengan realisasi. Hasil analisis efisiensi dan keandalan menjadi
dasar rekomendasi peningkatan layanan LRT Jabodebek.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh
jalur operasional Bekasi Line dan Cibubur Line telah mencapai
efisiensi teknis sempurna dengan nilai efisiensi 1 pada model CRS dan VRS. Pada
analisis benchmarking pada model CRS dan VRS adanya potensi peningkatan volume
penumpang sebesar 26,48% tanpa penambahan input. Selain itu, analisis
proyeksi pada model CRS dan VRS menunjukkan ada potensi penyesuaian input dengan
penyesuaian frekuensi perjalanan tertinggi terbesar -17,75% (CRS) dan -12,73%
(VRS). Penyesuaian jumlah trainset tertinggi sebesar -12,98% (CRS) dan -10%
(VRS) serta penyesuaian peningkatan volume penumpang tertinggi sebesar 10,47%.
Temuan ini menunjukkan bahwa optimalisasi operasional masih dapat dilakukan
untuk meningkatkan kinerja layanan LRT Jabodebek. Hasil dari evaluasi keandalan
layanan menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara headway
perencanaan dan realisasi. Hasil ini diperkuat dengan analisis On Time Performance
(OTP) yang menunjukkan rata-rata ketepatan waktu keberangkatan sebesar 99,18?n rata-rata ketepatan waktu kedatangan sebesar 99,08%. Angka ini menunjukkan bahwa
operasional LRT Jabodebek telah berjalan sesuai jadwal dan keandalan layanan
operasional dapat dikategorikan sangat baik. Temuan ini menjadi dasar dalam
merumuskan strategi pengembangan sistem transportasi yang lebih efisien dan
andal dalam jangka panjang.
Indonesia's
railway industry is growing rapidly through the expansion of rail networks and
the adoption of modern technology. Train automation, from manual to fully
automated, is indicated through Grade of Automation (GoA). GoA 3 is one level
of automation operating without a driver, with the role of humans limited to
monitoring and emergency handling. This system has been applied to LRT Jabodebek
which is the object of research related to efficiency, reliability, and further
development recommendations.
The
results showed that all Bekasi Line and Cibubur Line operational lines have
achieved perfect technical efficiency with an efficiency value of 1 in the CRS
and VRS models. In the benchmarking analysis in the CRS and VRS models, there
is a potential increase in passenger volume of 26.48% without additional
inputs. In addition, the projection analysis in the CRS and VRS models shows
that there is potential for input adjustments with the highest trip frequency
adjustment of -17.75% (CRS) and -12.73% (VRS). The highest trainset number
adjustment was -12.98% (CRS) and -10% (VRS) and the highest passenger volume
increase adjustment was 10.47%. These findings indicate that operational
optimization can still be done to improve LRT Jabodebek service performance.
The results of the service reliability evaluation show that there is no
significant difference between the planning and realization headways. This
result is reinforced by the On Time Performance (OTP) analysis which shows an
average departure punctuality of 99.18% and an average arrival punctuality of
99.08%. This figure shows that LRT Jabodebek operations have run according to
schedule and the reliability of operational services can be categorized as very
good. These findings form the basis for formulating strategies for developing a
more efficient and reliable transportation system in the long term.
Kata Kunci : GoA 3, LRT Jabodebek, Efisiensi, DEA, Keandalan.