Optimasi Formula Sediaan Hidrogel Berbasis Kolagen dan Kitosan dengan Pengikat Silang Tripolifosfat (TPP) sebagai Film Penutup Luka Bakar
Khansa Auliya Putri Dewanto, Dr. Eng. apt. Khadijah, M.Si.
2025 | Skripsi | FARMASI
Luka
bakar menimbulkan masalah kesehatan global secara signifikan. Penyebab paling
sering berupa panas dari cairan panas, benda padat panas, atau api dapat
mengakibatkan gangguan sawar kulit normal dan gangguan pada sistem imun dalam
mencegah infeksi. Selain itu, luka bakar seringkali dapat menyebabkan infeksi
dan penyembuhan yang tertunda jika tidak dilakukan manajemen luka yang baik.
Penutup luka konvensional seperti kain kasa serta salep topikal memiliki
keterbatasan dalam proses penyembuhan luka yang optimal dan mengelola eksudat.
Hidrogel dapat menjadi alternatif yang menjanjikan dengan meniru matriks
ekstraseluler alami dan memberikan lingkungan lembap sekaligus menyerap
eksudat.
Penelitian
ini dilakukan untuk memperoleh komposisi rasio yang menghasilkan formula
optimum film hidrogel berbasis kombinasi polimer kolagen dan kitosan dengan
pengikat silang tripolifosfat. Formula optimum ditentukan dengan metode simplex lattice design (SLD) menggunakan
Design Expert versi 13. Parameter uji meliputi swelling ratio, water
vapor transmission rate, dan degradasi film hidrogel. Formula optimum yang
diperoleh yaitu 1,5% kolagen, 2,5% kitosan, dan 3% TPP dengan nilai swelling ratio sebesar 576,70 ±
22,46%, water vapor transmission rate sebesar 0,3116 ± 0,032 g/cm2.hari,
tensile strength sebesar 0,0298 ± 0,015 MPa, serta degradasi film
sebesar 21,33 ± 10,39 % selama 3,5 jam. Hal ini menunjukkan hidrogel kombinasi kolagen, kitosan,
dan TPP dapat menjadi alternatif pengobatan pada penderita luka bakar. Namun,
sterilisasi menggunakan autoklaf belum bisa mengakomodasi proses sterilisasi
hidrogel dengan baik. Maka dari itu, disarankan untuk melakukan metode
sterilisasi lain, misalnya dengan ethylene oxide atau hydrogen
peroxide.
Burn injuries pose
a significant global health problem. The most common causes include heat from
hot liquids, hot solids, heated solid objects, or fire which can cause
disruption of the normal skin barrier and impair the immune system’s ability to
prevent infection. Additionally, burns can often lead to infection and delayed
healing if good wound management is not done. Conventional wound dressings such
as gauze as well as topical ointments have limitations in promoting optimal
wound healing process and managing exudate. Hydrogels can be a promising
alternative by mimicking the natural extracellular matrix and providing a moist
environment while simultaneously absorbing exudate.
This study was
conducted to obtain the composition of the ratio that produces the optimum
formula of hydrogel film based on a combination of collagen and chitosan
polymers with tripolyphosphate (TPP) crosslinking.
The optimum formula is determined by simplex lattice design (SLD) method using
Design Expert Version 13. Test evaluated parameters include swelling ratio, water
vapor transmission rate, and hydrogel film degradation. The optimum formula
obtained is 1.5% collagen, 2.5% chitosan, and 3% TPP with the value of the swelling ratio is 576,70 ± 22,46%, water vapor
transmission rate 0,3116 ± 0,032 g/cm2.day,
tensile strength 0,0298 ± 0,015 MPa, and degradation 21,33 ± 10,39 % for
3,5 hour. This suggests a hydrogel combination of collagen,
chitosan, and TPP can be an alternative treatment in burn patients. However,
sterilization using autoclaves has not been able to accommodate the hydrogel
sterilization process well. Therefore, it is advisable to carry out other
sterilization methods, for example, with ethylene oxide or hydrogen peroxide.
Kata Kunci : luka bakar, penutup luka, hidrogel, kolagen terhidrolisis, kitosan, tripolifosfat