Laporkan Masalah

Respons Fisiologis Tembakau (Nicotiana tabacum L. 'Kemloko 2') dengan Pemberian Pupuk Nitrogen pada Kondisi Kekeringan

Hanif Fauzan Saputra, Prof. Dr. Diah Rachmawati, S.Si., M.Si.

2025 | Skripsi | BIOLOGI

Tembakau menjadi komoditas perkebunan yang penting di Indonesia. Perubahan kondisi lingkungan berupa kekeringan dapat menghambat pertumbuhan dan meningkatkan risiko gagal panen tanaman tembakau. Penambahan unsur nitrogen dapat dilakukan sebagai strategi untuk meningkatkan ketahanan tanaman dalam mengatasi kekeringan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons fisiologis tanaman tembakau (Nicotiana tabacum L. ‘Kemloko 2’) terhadap pemberian pupuk urea pada kondisi kekeringan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan pemberian dosis pupuk urea (0,6 g; 1,2 g; dan 1,8 g per 5 kg media tanam) dan perlakuan tingkat kekeringan pada kapasitas lapangan (100%, 75%, dan 50%). Parameter yang diamati meliputi kadar klorofil, karotenoid, prolin, indeks stabilitas membran, kadar air relatif daun, kadar air tanaman, tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, berat basah, berat kering, rasio akar tajuk kering, dan densitas stomata. Data hasil pengukuran kuantitatif dianalisis secara statistik menggunakan analisis varian (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan dengan taraf signifikansi 5% (p=0,05). Hasil penelitian menunjukkan aplikasi pupuk urea meningkatkan ketahanan tanaman tembakau ‘Kemloko 2’ terhadap cekaman kekeringan. Pemberian pupuk urea memberikan pengaruh positif terhadap parameter fisiologis seperti indeks stabilitas membran (ISM) pada umur 5 MSP dan kadar air akar pada umur 6 MSP. Selain itu, respons pertumbuhan tanaman juga menunjukkan peningkatan pada jumlah daun umur 2 MSP, berat segar akar, dan rasio akar-tajuk kering umur 6 MSP. Dosis pupuk urea 1,2 g/5 kg media tanam menunjukkan efektivitas pada kapasitas lapang 100%, menjadikannya dosis yang paling adaptif dalam menjaga pertumbuhan tembakau ‘Kemloko 2’.

Tobacco is an important plantation commodity in Indonesia. Changes in environmental conditions in the form of drought can inhibit growth and increase the risk of tobacco crop failure. The addition of nitrogen can be done as a strategy to increase plant resilience in overcoming drought. This study aims to analyze the physiological response of tobacco plants (Nicotiana tabacum L. ‘Kemloko 2’) to the application of urea fertilizer under drought conditions. This study used the Randomized Group Design method with treatment of urea fertilizer doses (0.6 g; 1.2 g; and 1.8 g per 5 kg of planting media) and treatment of drought levels at field capacity (100%, 75%, and 50%). Parameters observed included chlorophyll, carotenoid, proline, membrane stability index, leaf relative water content, plant water content, plant height, leaf number, leaf area, wet weight, dry weight, dry crown root ratio, and stomatal density. Data from quantitative measurements were analyzed statistically using analysis of variance (ANOVA) and continued with Duncan's test with a significance level of 5% (p=0.05). The results showed that the application of urea fertilizer increased the resistance of ‘Kemloko 2’ tobacco plants to drought stress. The application of urea fertilizer has a positive effect on physiological parameters such as the index of membrane stability (ISM) at the age of 5 MSP and root water content at the age of 6 MSP. In addition, the plant growth response also showed an increase in the number of leaves at 2 MSP, root fresh weight, and dry root-crown ratio at 6 MSP. The urea fertilizer dosage of 1.2 g/5 kg of planting media showed effectiveness at 100% field capacity, making it the most adaptive dosage in maintaining the growth of ‘Kemloko 2’ tobacco.

Kata Kunci : cekaman, kekeringan, respons, tembakau, urea

  1. S1-2025-480094-abstract.pdf  
  2. S1-2025-480094-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-480094-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-480094-title.pdf