Kondisi sosial ekonomi dan demografi pramuniaga toko dikelurahan Klitren kecamatan Gondokusuman kota Yogyakarta
Nur Hidayat, Prof. Drs. Kasto, M.A.
2000 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian ini mengambil judul Kondisi Sosial Ekonomi dan Demografi Pramuniaga Toko di Kelurahan Klitren, Kecamatan Gondokusuman, Kotamacya Yogyakarta. Tujuan daripada penelitian ini adalah ingin mengetahui keadaan sosial ekonomi pramuniaga toko, kemudian mengetahui lamanya waktu bekerja dengan pendapatan yang diterima pramuniaga toko, dan yang terakhir ingin mengetahui proses pramuniaga toko didalam mendapatkan pekerjaannya. Pemilihan sampel responden dilakukan secara acak proporsional, sehingga didapat jumlah 95 pramuniaga toko dari total pramuniaga toko yang terdapat di Kelurahan Klitren. Tempat tinggal pramuniaga toko ini tersebar dalam 4 dusun/kampung, yaitu 31 di Kampung Klitren Lor, 17 di Kampung Iromejan, 28 di Kampung Kepuh, dan 19 di Kampung Balapan. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan tabel frekuensi dan tabel silang, sedangkan untuk menguji hipotesis digunakan uji statistik korelasi. Hasil penelitian didapat bahwa sebanyak 78 (82,1 %) pramuniaga toko berjenis kelamin perempuan dengan jumlah umur pramuniaga toko yang terbanyak adalah berumur 20-29 tahun yaitu 67 (70,5 %). Pramuniaga toko yang menjadi responden dalam penelitian ini semuanya mempunyai status perkawinan belum kawin. Daerah asal pramuniaga toko terbesar berasal dari Jawa Tengah yaitu sebanyak 48 orang (50,5 %). Tingkat pendidikan pramuniaga toko sebanyak 65,3 % adalah SMTA, sedangkan akademi 11,6 % dan SLTP 23,1 %. Secara umum pramuniaga toko mempunyai alasan bekerja karena belum adanya pekerjaan lain sehingga pekerjaan sebagai pramuniaga toko dijalaninya terlebih dahulu. Status tempat tinggal pramuniaga toko yang menjadi responden semuanya adalah menyewa dengan kondisi tempat tinggal sebanyak 77% permanen. Pramuniaga toko dengan curahan jam kerja < 35 jam berjumlah 4 orang, sedangkan 35-45 jam perminggu sebanyak 53 orang dan lebih dari 45 jam perminggu 38 orang. Dengan demikian pramuniaga toko di Kelurahan Klitren sudah menggunakan curahan jam kerja yang normal. Rata-rata pendapatan pramuniaga toko adalah Rp 298.842,-. Namun ada sebanyak 17 pramuniaga toko yang mempunyai jumlah pendapatan lebih dari Rp 400.000,-. Hal ini berarti bahwa pendapatan pramuniaga toko sudah cukup baik. Semakin lama bekerja sebagai pramuniaga toko, maka pendapatan pramuniaga toko semakin besar (nilai signifikan lebih kecil dari 0,005). Sumber informasi pekerjaan pramuniaga toko yang berasal dari daerah dekat akan semakin mudah mendapatkan informasi kesempatan kerja. Sehingga ada hubungan posistif antara lokasi darah asal dengan sumber imformasi lapangan kerja.
-
Kata Kunci : Demografi,Kondisi sosial ekonomi,pramuniaga toko,Klitren,Gondokusuman,Kota Yogyakarta,DIY