Perkembangan penduduk didaerah pusat dan pinggiran kota Yogyakarta : Suatu analisis keruangan
Nur Adi, Drs. Sukamdi, M.Sc.; Drs. R. Suharyadi, M.Sc.
2000 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian ini, dengan judul "Perkembangan Penduduk di Daerah Pusat dan Pinggiran Kota Yogyakarta: Suatu Analisis Keruangan", dilakukan di Kota Yogyakarta, yaitu di Kecamatan Kraton yang merupakan daerah pusat kota dan Kecamatan Tegalrejo yang merupakan daerah pinggiran kota. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji: perbedaan perkembangan penduduk di Kecamatan Kraton dan Tegalrejo, ciri perkembangan penduduk selama periode 1981-1996, dan perbedaan perubahan luas lahan permukiman periode 1981-1996. Metode penelitian yang digunakan lebih bersifat deskriptif. Data jumlah penduduk dianalisa dengan perbandingan tahun yang berbeda, yaitu data jumlah penduduk tahun 1981, 1987, dan 1996, sehingga akan menghasilkan data perkembangan penduduk. Hasil ini dipadukan dengan data hasil interpretasi foto udara skala 1:30.000 tahun 1981, skala 1:11.000 tahun 1987, skala 1:10.000 dan 1:13.000 tahun 1996, sehingga dapat digunakan untuk membuat peta perkembangan penduduk di daerah pusat dan pinggiran kota Yogyakarta. Hasil analisis menunjukkan, bahwa perkembangan penduduk di Kecamatan Kraton dan Tegalrejo berkembang terus menerus selama periode talun 1981-1987 dan 1987-1996. Kecamatan Kraton pada periode 1981-1987 pertumbuhannya sebesar 0,88 dan pada periode 1987-1996 sebesar 0,67. Pertumbuhan penduduk Kecamatan Tegalrejo sebesar 2,63 pada periode 1981-1987 dan pada periode 1987-1996 sebesar 2,0. Seiring dengan perubahan penduduk, maka lahan permukiman juga mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dari hasil interpretasi foto udara yang menunjukkan perubahan lahan untuk permukiman. Di Kecamatan Kraton, perubahan lahan untuk permukiman seluas 9.200 m2, sedangkan di Kecamatan Tegalrejo seluas 140.850 m2. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah: pertumbuhan penduduk di Kecamatan Tegalrejo lebih tinggi bila dibandingkan dengan Kecamatan Kraton. Perkembangan penduduk selama periode 1981-1996 menunjukkan ciri yang berbeda antara Kecamatan Kraton dan Tegalrejo. Di Kecamatan Kraton dari segi jumlah mengalami peningkatan, namun proporsinya mengalami penurunan. Untuk Kecamatan Tegalrejo baik dari segi jumlah maupun proporsinya terjadi peningkatan. Perkembangan penduduk yang sangat cepat di daerah penelitian, menyebabkan perubahan luas lahan permukiman. Perubahan yang terjadi antara lain; bangunan non permukiman menjadi permukiman, sawah menjadi permukiman, dan tanah kosong menjadi permukiman
-
Kata Kunci : Pinggiran kota,penduduk,Kota YogyakartA,DIY,Analsis keruangan