EVALUASI DAN REKOMENDASI PERAWATAN PREVENTIF ROLL MILL A BERDASARKAN KONSEP KEHANDALAN DI PT. PANGANMAS INTI PERSADA
Edhye Nugroho, Prof. Ir. Jamasri, Ph.D., IPU., ASEAN Eng
2009 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRIDalam sebuah pabrik tepung gandum, peran roll mill sangat penting dalam menghasilkan tepung yang sesuai kualitas dan kuantitas produksi. Reliability dan kontinuitas operasional roll mill harus selalu terjamin guna memenuhi kebutuhan produksi. Pada penelitian ini digunakan metode yang dikembangkan oleh Charles E. Ebeling untuk menganalisa distribusi pada roll mill A, setelah didapatkan distribusi yang ada pada mesin kemudian ditentukan MTTF, reliability dan availability dari sistem roll mill A. Selain penentuan MTTF, reliability dan availability ditentukan juga jarak antar preventive maintenance yang maksimal. Dari hasil analisa didapatkan kehandalan sistem Roll Mill A dengan waktu minimal MTTF 4219 jam (176 hari) dengan nilai kehandalan sistem sebesar 21,69%. Sedangkan jarak antar preventive maintenance sistem (MTBM) adalah 7,1 hari (170,4 jam), dan hasil perhitungan kehandalan sistem dengan waktu 170,4 jam (t = MTBM) didapatkan nilai kehandalan sistem sebesar 99,95%. Hal ini menunjukkan kegiatan preventive maintenance yang sudah diterapkan oleh perusahaan dengan interval waktu 7 hari sekali telah dapat menghasilkan kehandalan sistem yang cukup tinggi yaitu sebesar 99,59%. Dapat direkomendasikan bahwa sistem Roll Mill A dengan kehandalan sebesar 99,59% , availability sistem sebesar 99, 9983% dan dengan interval preventive maintenance 7 hari sekali berarti sistem telah dapat menjamin ketersediaan serta fungsi dari sistem Roll Mill A dalam memenuhi kegiatan lini produksi
Kata Kunci : mesin Roll Mill A, MTTF, reliability, availability, jarak antar preventive maintenance.