PENGARUH PEMBERIAN PAKAN FASE GROWER TERHADAP PEMELIHARAAN AYAM PARENT STOCK FASE STARTER
Setyawan Wahyu Pradana, Prof. Dr. Ir. Zuprizal, DEA., IPU., ASEAN Eng.
2025 | Tesis | S2 Ilmu Peternakan
Pemeliharaan ayam parent stock sebagai induk dari ayam broiler membutuhkan pakan dengan harga yang relatif murah guna mendukung keberlanjutan suplai yang optimal dengan tetap mendatangkan keuntungan bagi peternakan ayam dan juga pabrik pakan. Perlakuan pakan menggunakan protein kasar rendah ditambah suplementasi asam amino sudah sering dilakukan guna menekan harga menjadi lebih optimal dan tetap menghasilkan performa produksi yang tetap optimal. Namun, perlakuan pakan menggunakan protein kasar lebih rendah selama fase pertama starter 0-7 hari dan dilanjutkan dengan pemberian protein kasar sesuai kebutuhan belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan pakan grower terhadap performa produksi, profil darah, dan Income Over Feed Cost (IOFC) di ayam parent stock selama fase starter. Metode penelitian menggunakan 4.800 ekor Day Old Chick (DOC) betina dan 4.800 ekor DOC jantan menggunakan tiga perlakuan berbeda dengan dua replikasi di masing-masing perlakuan dengan menggunakan 800 ekor DOC sebagai berikut: P0 = Menggunakan pakan starter; P1 = Menggunakan pakan grower selama dua hari untuk jantan dan tiga hari untuk betina dan kemudian dilanjutkan pakan starter; P2 = Menggunakan pakan grower selama lima hari untuk jantan dan enam hari untuk betina dan kemudian dilanjutkan pakan starter. Data kemudian dianalisis normalitas lalu dilanjutkan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter produksi tidak terpengaruh signifikan dengan Indeks Performa (IP) paling tinggi berada di 169.68±13.9 di P1 jantan, kadar leukosit menurun menjadi 114.95±6.3 di P1 jantan namun masih berada dalam kadar normal. IOFC meningkat menjadi Rp. 4.403.68 di P1 betina. Hasil ini menunjukkan bahwa pakan grower dapat digunakan selama enam hari di fase starter dengan hasil perfoma produksi tidak berbeda signifikan dengan hasil performa produksi yang menggunakan pakan starter.
The farming of parent stock chickens, which serve as the breeders for broiler chickens, requires feed that is relatively low in cost to support a sustainable and optimal supply while still providing profitability for both poultry farms and feed mills. Feeding strategies using low crude protein supplemented with amino acids have often been implemented to reduce costs while maintaining optimal production performance. However, feeding with lower crude protein during the initial starter phase (0–7 days) followed by feeding with crude protein levels that meet standard requirements has not yet been explored. This study objective is to know the effect of grower feed on performance, blood profiles, and Income Over Feed Cost (IOFC) in the parent stock chickens during the starter phase. The study methods used 4.800 female day-old chicks and 4.800 male day-old chicks reared under three different treatments with two replications, each treatment replications are using 800 birds, as follows:T0 = Starter feed used; T1 = grower feed with 2 days for male and 3 days for female used and then continued with starter feed; T2 = grower feed with 5 days for male and 6 days for female used and then continued with starter feed. The data were analyzed for normality, followed by a Completely Randomized Design (CRD) factorial analysis. The results showed that production parameters did not differ significantly with the highest IP being 169.68±13.9 in T1 male, leukocyte levels decreased to 114.95±6.3 in T1 male still they remained within the normal range for blood profiles, and IOFC increased to Rp 4.403.68 in T1 female. These findings conclude that grower feed can be used for up to six days during the starter phase and produces results comparable to fully used starter feed.
Keywords: Poultry, Feed, Grower, Parent Stock, Starter
Kata Kunci : Ayam, Grower, Pakan, Parent Stock, Starter