Laporkan Masalah

Model Pemberdayaan Masyarakat desa Mandiri Pangan Berbasis Pemangku Kepentingan Untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Wilayah (Di Wilayah Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka dan Kota Cirebon)

DULKADIR, Prof. Ir. Edhi Martono, M.Sc., Ph.D (Promotor); Prof. Subejo, SP., MSc., Ph.D (Co-Promotor); Prof. Dr. Armaidy Armawi, M.Si; Prof. Dr. Suharko, S.Sos., M.Si; Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec; Dr. Sudr

2025 | Disertasi | S3 Ketahanan Nasional

INTISARI

 

Pemberdayaan masyarakat dapat membantu mengatasi kerawanan pangan yang terjadi di desa dan memastikan transformasi sistem pangan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengkomparasi keberhasilan Program Desa Mandiri Pangan (Demapan) dan pembinaan ketahanan pangan yang dilaksanakan oleh Satuan Komando Kewilayahan (Satkowil) jajaran Korem 063/Sunan Gunung Jati.

Penelitian deskriptif kualitatif dengan metode komparatif di desa-desa yang telah menerima Program Desa Mandiri Pangan di wilayah Jawa Barat (Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, dan Kota Cirebon) pada tahun 2009 sampai dengan tahun 2022. Informan penelitian berjumlah 37 orang pemangku kepentingan, berasal dari Satuan komando kewilayahan, Dinas ketahanan pangan, BPP kecamatan, Kepala desa, Kelompok tani, dan Tokoh masyarakat di wilayah penelitian.

Hasil penelitian ditemukan adanya keberhasilan dan keberlanjutan model pemberdayaan masyarakat desa mandiri pangan berbasis pemangku kepentingan menggunakan manajemen BUMDES untuk mengembangkan potensi desa berupa Sapi Pasundan. Hasil yang positif dari program pembinaan ketahanan pangan Satkowil dengan inovasi formula BIOS 44 DC menunjukkan adanya peningkatan hasil panen. Dampak terhadap ketahanan pangan berupa keberlanjutan dan peningkatan dalam ketersediaan pangan, distribusi pangan dan konsumsi pangan di desa. Penelitian ini melengkapi dan mengembangkan model pemberdayaan masyarakat yang sudah ada, sehingga program desa mandiri pangan dapat berjalan dan berkelanjutan untuk mewujudkan ketahanan pangan wilayah

ABSTRACT

Community empowerment can help overcome food insecurity in villages and ensure sustainable food system transformation. This study aims to analyze and compare the success of the Independent Food Village Program (Demapan) and food security development implemented by the Regional Command Unit (Satkowil) of the Korem 063/Sunan Gunung Jati.

Qualitative descriptive research with a comparative method in villages that have received the Independent Food Village Program in the West Java region (Kuningan Regency, Cirebon Regency, Majalengka Regency, and Cirebon City) from 2009 to 2022. The research informants numbered 37 stakeholders, from the Regional Command Unit, Food Security Service, Sub-district BPP, Village Head, Farmer Group, and Community Leaders in the research area.

The results of the study found the success and sustainability of the independent food village community empowerment model based on stakeholders using BUMDES management to develop village potential in the form of Pasundan Cattle. Positive results from the Satkowil food security development program with the BIOS 44 DC formula innovation show an increase in harvest yields. The impact on food security is in the form of sustainability and an increase in food availability, food distribution and food consumption in the village. This study complements and develops the existing community empowerment model, so that the independent food village program can run and be sustainable to realize regional food security.


Keywords: Community Empowerment, Independent Food Village, Stakeholders, Food Security

Kata Kunci : Keywords: Community Empowerment, Independent Food Village, Stakeholders, Food Security

  1. S3-2025-468362-abstract.pdf  
  2. S3-2025-468362-bibliography.pdf  
  3. S3-2025-468362-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2025-468362-title.pdf