ANALISIS DAMPAK DAN MODE KEGAGALAN SERTA USULAN TINDAKAN PERAWATAN PADA MESIN DIESEL LOKOMOTIF SERI CC 201 (Studi Kasus di PT. Kereta Api (Persero) UPT. Balaiyasa Yogyakarta)
Dorothy Irene Susanna, Prof. Ir. Samsul Kamal, M.Sc., Ph.D
2009 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRIPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi mode kegagalan dan efeknya pada motor diesel lokomotif kereta api seri CC 201. Kegagalan yang memiliki resiko kegagalan paling tinggi, diusulkan tindakan perbaikan yang berupa tindakan perawatan pada komponen yang sesuai sehingga dapat meminimalkan kemunculan kegagalan. Untuk mengidentifikasi kegagalan potensial serta penyebab dan akibat yang ditimbulkannya, digunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Pada metode FMEA dilakukan penentuan rating keparahan dari efek yang ditimbulkan oleh suatu mode kegagalan, rating kejadian dari penyebab setiap mode kegagalan dan rating deteksi dari metode deteksi yang digunakan. Selanjutnya, dilakukan perhitungan Risk Priority Number (RPN) yang merupakan hasil kali dari ketiga rating tersebut yang merupakan angka yang menunjukkan tingkat resiko suatu kegagalan. Kegagalan yang memiliki nilai RPN tertinggi akan diusulkan tindakan perbaikan berupa tindakan perawatan menggunakan konsep Reliability-centered Maintenance (RCM). Pada sistem motor diesel lokomotif ini, kegagalan yang memiliki nilai RPN tertinggi yaitu 192 adalah kegagalan injection pump yang pecah. Penyebab dari mode kegagalan ini adalah pemasangan dan kondisi baut mounting yang kendor. Untuk mengatasi penyebab kegagalan tersebut, perlu dilakukan tindakan perawatan pada komponen baut. Tindakan perawatan yang dilakukan adalah tindakan pencegahan (preventive maintenance) berupa pengencangan dalam pemasangan baut, pemeriksaan kotoran yang terdapat pada komponen injection pump secara keseluruhan, serta penggunaan komponen baut yang standar. Dari hasil penelitian, diketahui laju kegagalan pada mesin diesel lokomotif ini sebesar 0,01417704 kegagalan/jam.
Kata Kunci : FMEA, kegagalan, RCM, lokomotif, reliability