Peran penerimaan diri dan dukungan sosial pada toleransi terhadap stres petugas penjagaan Lembaga Pemasyarakatan
SUNARDI, Imam, Dr. Thomas Dicky Hastjarjo
2004 | Tesis | S2 PsikologiPenelitian ini bertujuan untuk menelaah peran penerimaan diri dan dukungan sosial pada petugas penjagaan lembaga pemasyarakatan dalam kaitannya dengan toleransi terhadap stres. Penelitian ini juga untuk menguji apakah ada perbedaan besar kecilnya peran antara penerimaan diri dan dukungan sosial pada toleransi terhadap stres petugas penjagaan lembaga pemasyarakatan. Subjek penelitian terdiri atas 95 orang petugas penjagaan lembaga pemasyarakatan Wirogunan Yogyakarta. Data dikumpulkan dengan menggunakan tiga skala, yaitu skala penerimaan diri, skala dukungan sosial, dan skala toleransi terhadap stres. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa penerimaan diri dan dukungan sosial secara bersama-sama berperan pada toleransi terhadap stres (nilai F hitung sebesar 48,073) dengan tingkat signifikansi sebesar 0,001 (sangat signifikan). Secara sendiri peran penerimaan diri signifikan, tetapi peran dukungan sosial tidak signifikan. Peran dukungan sosial tidak signifikan diduga karena adanya korelasi yang kuat dengan penerimaan diri (r=0,515, p=0,001), sehingga dapat diartikan bahwa dukungan sosial berperan secara tidak langsung pada toleransi terhadap stres, tetapi melalui penerimaan diri. Peran penerimaan diri dan dukungan sosial secara bersama-sama (51,1 persen) lebih besar dari pada peran penerimaan diri secara sendiri (49,3 persen) pada toleransi terhadap stres. Besarnya peran bersama menunjukkan bahwa dukungan sosial diperlukan oleh penerimaan diri guna meningkatkan peran pada toleransi terhadap stres.
The objective of this research was to study the role of self acceptance and social support on the tolerance to stress of prison guards. Specifically, the study attempted to examine the contribution of self acceptance and social support to the tolerance to stress. Ninety five prison guards of Wirogunan Yogyakarta were the subject in this study. There were given three kinds of questionnaire scales: self acceptance scale, social support scale, and tolerance to stress. Regression analysis technique showed that self acceptance and social support played a role on the tolerance to stress (F = 48,073; p = 0,001). The role of self acceptance was significant, but the role of social support was not significant. The role of social support was not because it was correlated with self acceptance (r=0,515; p=0,001). It means that the role of social support was indirectly on the tolerance to stress, but by self acceptance. The role of self acceptance and social support (51,1 percent) have more than self acceptance only (49,3 percent) on the tolerance to stress. The bigger role of both showed if social support had contribution to enhance role of self acceptance on the tolerance to stress.
Kata Kunci : Psikologi Sosial,Stress Kerja,Toleransi, tolerance to stress, self acceptance, and sosial support