Laporkan Masalah

Beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan kota Godean dalam rangka pengembangan kawasan Buriloka

Roro Dyah Setyanggar, Drs. Irfan Yahya, M.S.; Drs. Risyanto, M.S.

1995 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Indonesia memiliki 3.44 kota Kecamatan yang termasuk kota kecil. Kota-kota tersebut perlu didorong dan dipacu untuk berkembang agar fungsinya sebagai penghubung yang menjembatani kota besar dan daerah pedesaan dapat berjalan baik. Kota-kota kecil yang berkembang baik akan mampu menjalankan tugasnya menjadi pusat-pusat pertumbuhan bagi daerah pedesaan di sekitarnya. Dilatarbelakangi oleh hal tersebut, penelitian ini berusaha mengungkapkan sampai seberapa jauh peranan unsur-unsur pembangun dalam pengembangan kota kecil. Penelitian dilakukan di Kota Godean Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta yang mana Kota Godean merupakan kota kecil sebagai ibukota Kecamatan dan sebagai pusat pertumbuhan Satuan Kawasan Pengembangan VIII di Kabupaten Sleman sehingga daerah hinterland Kota Godean disertakan sebagai bagian dari daerah penelitian. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui (1) perkembangan yang terjadi di Kota Godean dan daerah hinterlandnya, (2) pengaruh peranan pemerintah setempat, tokoh masyarakat dan pemilik modal dalam pengembangan Kota Godean serta jarak antara Kota Godean dengan pusat pertumbuhan yang lebih tinggi hirarkinya terhadap perkembangan Kota tersebut, dan (3) tingkat pemanfaatan fasilitas pelayanan yang tersedia di Kota Godean. Untuk mencapai tujuan ini, dilakukan penelitian dengan metode survai. Melalui wawancara dikumpulkan data untuk mengetahui tempat tujuan penduduk untuk mendapatkan pelayanan ekonomi dan non ekonomi; dan untuk mengetahui tingkat peran serta tokoh masyarakat dan pemilik modal dalam membangun wilayahnya. Pengumpulan data-data sekunder dilakukan untuk mengetahui program pembangunan dari pemerintah setempat dan untuk mengetahui tingkat perkembangan Kota Godean dan hinterland. Dari data primer dan data sekunder yang dapat dikumpulkan dilakukan analisa kuantitatif dan kualitatif. Analisa kuantitatif yang dipilih adalah tabel silang. Analisa dari data yang berhasil dihimpun menunjukkan selama tahun 1990-1993 Kota Godean dan daerah hinterland telah berkembang. Kecenderungan perkembangan yang terjadi di hinterland tampak terjadi secara alamiah dan kurang terarah. Perkembangan fasilitas pelayanan non policy di Kota Godean lebih lambat dibandingkan dengan yang terjadi di hinterland. Jika hal tersebut terus berlanjut akan berakibat kurang menguntungkan bagi Kota Godean. Perkembangan yang terjadi di Desa Sidoluhur lebih tinggi daripada yang terjadi di Desa Sidoagung. Tingkat peran serta tokoh masyarakat dalam pembangunan telah tinggi. Tingkat peran serta tokoh masyarakat berpengaruh terhadap tingkat perkembangan Kota Godean. Tingkat peran serta yang tinggi diikuti oleh perkembangan Desa yang tinggi pula. Adapun usaha pemerintah dan pemilik modal tidak mutlak menentukan tingkat perkembangan Kota tersebut. Tingkat perkembangan Kota Godean juga dipengaruhi oleh banyaknya pengguna fasilitas pelayanan yang tersedia di Kota tersebut. Desa Sidoluhur yang pengguna fasilitasnya besar memiliki lebih besar daripada Desa Sidoagung. Kota Godean dengan Kota Yogyakarta tingkat kota (urban) Desa, terhadap tingkat ketersediaan fasilitas pelayanan utama fasilitas pelayanan yang bersifat non policy dan perkembangan fisik kota.

-

Kata Kunci : Geografi wilayah,Perkembangan kota, Godean,Sleman,DIY,Pengembangan kawasan Buriloka

  1. S1-1995-Roro_Dyah_Setyanggar-abstract.PDF  
  2. S1-1995-Roro_Dyah_Setyanggar-bibliography.PDF  
  3. S1-1995-Roro_Dyah_Setyanggar-tableofcontent.PDF  
  4. S1-1995-Roro_Dyah_Setyanggar-title.PDF