Evaluasi lahan untuk irigasi di kecamatan Temon kabupaten Dati II Kulon Progo
Evy Wahyujati Setyaningtyas, Drs. Tukidal Yuniato, M.Sc
1994 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian ini bertujuan menentukan tingkat kesesuaian lahan untuk irigasi pada kategori kelas dan sub kelas dan melakukan evaluasi berdasarkan pembatas yang dominan dan penggunaan lahan saat ini di Kecamatan Temon Kabupaten DATI II Kulon Progo. Pendekatan geomorfologi digunakan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan satuan bentuklahan yang selanjutnya diturunkan ke dalam satuan lahan, setelah ditumpangsusunkan dengan peta tanah, peta kelas kemiringan lereng dan peta penggunaan lahan. Satuan lahan tersebut digunakan sebagai satuan pemetaan dan satuan evaluasi. Komponen lahan yang dinilai dalam klasifikasi dan evaluasi lahan untuk irigasi dinyatakan dalam kualitas lahan dan karakteristik lahan; yaitu kedalaman tanah efektif(d), tekstur tanah permukaan (q), kapasitas tanah menyediakan air (m), erodibilitas tanah (e), kesuburan tanah (f), salinitas (s), alkalinitas (a), keadaan batu-batu dan singkapan batuan (g), topografi (t), bahaya banjir (i) dan kebasahan (w). Klasifikasi kesesuaian lahan dilakukan dengan menggunakan metode pembandingan antara karakteristik lahan dan kualitas lahan dari setiap satuan lahan dengan persyaratan kesesuaian lahan untuk irigasi. Hasil klasifikasi kesesuaian lahan untuk irigasi didaerah penelitian diperoleh kelas S? dengan luas 695,75 hektar atau 19,82% daerah penelitian; kelas S2 dengan luas 778,125 hektar atau 22,16% daerah penelitian; kelas S3 dengan luas 600 hektar atau 17,09% daerah penelitian, kelas N? dengan luas 471,25 hektar atau 13,42% daerah penelitian dan kelas N2 dengan luas 153,125 atau 4,36% daerah penelitian. Bentuk penggunaan lahan permukiman dan pekarangan dengan luas 812,5 atau 23,14% daerah penelitian tidak diklasifikasikan dan dievaluasi, sebab tidak memungkinkan untuk pengembangan irigasi. Evaluasi latahn untuk irigasi dilakukan dengan memperhatikan tingkat kesesuaian lahan, faktor pembatas yang dominan dan penggunaan lahan aktual. Faktor pembatas yang dominan di daerah penelitian adalah tekstur tanah permukaan (q), kedalaman tanah efektif (d), topografi (t), erodibilitas tanah (e), kesuburan kimia tanah (m), bahaya banjir (i) dan kebasahan (w). Luas daerah yang dapat dikembangkan untuk irigasi adalah 2073,875 hektar atau 59,07% daerah penelitian. Luas lahan yang tidak dapat dikembangkan untuk irigasi karena lahan mempunyai tingkat kesesuaian rendah adalah 624,375 hektar atau 17,78% daerah penelitian dan luas lahan yang tidak dapat dikembangkan untuk irigasi karena penggunaan lahan untuk permukiman dan pekarangan a
-
Kata Kunci : Kesesuaian lahan,Penggunaan tanah,evaluasi lahan, irigasi,Temon,Kulonprogo,DIY