Laporkan Masalah

Strategi kelangsungan hidup rumsh tangga pekerja angkat barang penumpang kereta api

Niken Ariati, Dr. Tadjuddin Noer Effendi

1998 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Penelitian tentang pekerja angkat barang di stasiun Tugu Yogyakarta ini bertujuan untuk mengetahui strategi dari para pekerja dan rumah tangga pekerja dalam melangsungkan hidupnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan wawancara dengan menggunakan kuesioner terhadap 50 pekerja yang mewakili rumah tangga yang berbeda dan wawancara mendalam terhadap tokoh kunci yang berhubungan dengan penelitian. Responden dipilih dengan menggunakan metode sampel acak sederhana. Unit analisis dalam penelitian ini adalah rumah tangga pekerja, sedangkan pekerja angkat barang merupakan sub unit analisisnya. Metode analisisnya menggunakan analisis tabulasi silang dengan uji korelasi, dan analisis deskriptif untuk tabel frekuensi. Hasil penelitian tantang karakteristik pekerja angkat barang menunjukkan bahwa; (1) Pekerjaan angkat barang di stasiun Tugu muncul bersamaan dengan dioperasikannya kereta api penumpang/barang pertama kali di stasiun Tugu, dan telah menyerap pekerja bukan hanya penduduk asli tetapi juga penduduk dari daerah lain, 58% pekerjanya adalah pelaku mobilitas ulang alik, 10% pelaku mobilitas permanen, dan 32 adalah penduduk asli, (2) Pekerja angkat barang mempunyai pendapatan rata-rata yang lebih tinggi dari UMR (Rp.122.144,00), dimana pendapatan ini tidak mempunyai korelasi yang signifikan dengan jam kerja, (3) Penghasilan pekerjaan angkat barang ini tidak dapat diandalkan dalam memenuhi kebutuhan hidup rumah tangga pekerja, sehingga 60% dari para pekerja tersebut melakukan 'multiple Occupation' atau mempunyai pekerjaan ganda untuk mendukung tingkat penghidupan rumah tangganya, (4) Penghasilan dari pekerjaan angkat barang ini berpengaruh terhadap penentuan status sosial ekonomi rumah tangga mereka, Hasil Penelitian tentang strategi kelangsungan hidup rumah tangga pekerja menunjukkan bahwa; (1) Terdapat 12 jenis strategi yang digunakan oleh responden, dengan 4 jenis strategi yang dominan bagi seluruh status sosial ekonomi rumah tangga, yaitu tidak menggunakan jasa pembantu, memperbaiki rumah/perabotan sendiri, anggota rumah tangga ikut bekerja, dan mempunyai lebih dari satu pekerjaan, (2) Dijumpai ada kecenderungan pemanfaatan kegiatan subsistensi dan pemanfaatan sumberdaya rumah tangga pada rumah tangga berstatus rendah, (3) Terdapat perbedaan jumlah dan jenis strategi kelangsungan hidup dominan menurut status migrasi pekerja, dimana penduduk asli cenderung lebih sedikit menggunakan strategi kelangsungan hidup dominan dibandingkan pendatang, (4) Kegiatan subsistensi dan pemanfaatan sumberdaya rumah tangga lebih menonjol pada rumah tangga migran dibandingkan rumah tangga pekerja bukan migran.

-

Kata Kunci : Pekerja angkat barang,Strategi Hidup,Kehidupan rumah tangga,Gedong Tengeng,Kota Yogyakarta,DIY,kereta api

  1. S1-1998-92975-Niken_Ariati-abstract.pdf  
  2. S1-1998-92975-Niken_Ariati-bibliography.pdf  
  3. S1-1998-92975-Niken_Ariati-tableofcontent.pdf  
  4. S1-1998-92975-Niken_Ariati-title.pdf