Laporkan Masalah

Pengelolaan Dan Pemanfaatan Posyandu Di Daerah Inpres Desa Tertinggal Kecamatan Temon Kabupaten Kulonprogo

Slamet Suswantoro, Dr. dr. Zaenal Arifin Nang Agus ; Dra. Sunarti

1996 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Posyandu sebagai pusat kegiatan masyarakat di bidang kesehatan yang efektif dalam alih teknologi kesehatan dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat, terutama warga masyarakat yang berresiko mordibitas dan mortalitas tinggi, yaitu bayi, anak balita dan ibunya. Telah dilakukan penelitian yang berjudul "Pengelolaan dan Pemanfaatan Posyandu di Daerah Inpres Desa Tertinggal (IDT) Kecamatan Temon Kabupaten Kulonprogo". Responden penelitian adalah 21 ibu yang mempunyai anak balita dan pengurus/kader kesehatan masing-masing posyandu di daerah IDT. Bentuk rancangan penelitian adalah deskriptif eksploratif untuk mengetahui pengelolaan posyandu, pelaksanaan kegiatan posyandu, faktor-faktor penggunaan posyandu oleh ibu yang mempunyai anak balita. Hasil penelitian mengenai pengelolaan program posyandu yaitu mengenai tenaga pelaksana posyandu adalah tingkat pendidikan kader sebagian besar masih rendah. Sebagian besar kader telah memiliki persepsi yang positif sebagai kader kesehatan. Sarana dan fasilitas yang dimiliki posyandu sudah cukup baik, begitu pula manajemen dan organisasinya. Sistem lima meja belum bisa dilaksanakan dengan baik. Selain puskesmas, belum ada yang terlibat penuh dalam pelaksanaan program posyandu. Semua mengalami kesulitan dalam dana, prasarana yang ada dan kurangnya tenaga kader. Hasil penelitian mengenai proses pelaksanaan program posyandu yaitu sudah baik dalam melaksanakan persiapan bahan, tempat. Pengumpulan penduduk sasaran dilakukan dengan cara pemberitahuan pada saat kegiatan sebelumnya. Program posyandu yang banyak dilakukan adalah kegiatan penimbangan anak balita, sedangkan kegiatan yang lain dilakukan pada saat ada KB-Kes terpadu. Semua posyandu melakukan pencatatan dan pelaporan. Dalam pelaksanaan kegiatan posyandu di daerah IDT Kecamatan Temon sudah cukup baik, hanya belum dilakukan pengamatan faktor resiko kehamilan. Hasil penelitian mengenai pemanfaatan posyandu oleh ibu yang mempunyai balita menunjukkan bahwa sebagian besar berumur antara 30 - 34 tahun, tidak bekerja di luar rumah dan berpendidikan rendah, suaminya bekerja sebagai petani. Tanggapan terhadap posyandu cukup baik dan menyadari arti pentingnya posyandu. Ada beberapa saran dan usulan agar pelaksanaan posyandu dapat ditingatkan lagi.

Kata Kunci : posyandu

  1. S1-FKU-1996-SlametSuswantoro-abstract.pdf  
  2. S1-FKU-1996-SlametSuswantoro-bibliography.pdf  
  3. S1-FKU-1996-SlametSuswantoro-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKU-1996-SlametSuswantoro-title.pdf