Laporkan Masalah

STUDI PERFORMANSI METODE MODIFIKASI GREY MODEL PADA DATA YANG SEDIKIT DAN BERSIFAT ACAK

Cahya Nugraha, Prof. Ir. Nur Aini Masruroh, S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng

2009 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRI

Peramalan didasarkan pada data historis dan pengalaman. Untuk melakukan peramalan pada data dengan data historis sedikit dapat digunakan grey model. Grey model menggunakan persamaan diferensial untuk membangun model dari data yang ada. Penentuan nilai background dan nilai turunan dari persamaan diferensial pada grey model adalah dengan mencari nilai rata-rata dan juga selisih dari dua AGO (Accumulated Generating Operation), dan cara ini adalah tidak rasional. Untuk mengatasi ketidakrasionalan ini, Li et al (2007) memperkenalkan metode baru yang disebut 3spGM. Sama seperti grey model, metode ini juga menggunakan persamaan diferensial, hanya saja penentuan nilai background dan nilai turunan pada persamaan diferensial yang digunakan ditentukan menurut fungsi cubic hermite spline. Fungsi ini dipilih karena spline yang dihasilkan melewati dengan tepat nilai-nilai yang telah diketahui serta turunan pertama dan keduanya kontinyu. Dalam penelitian ini dibahas mengenai performa dari 3spGM pada data-data yang bersifat acak. Pada beberapa penelitian disebutkan bahwa untuk data-data yang bersifat acak, GM(1,1) dengan 2-AGO menghasilkan model peramalan yang lebih baik daripada GM(1,1) dengan 1-AGO. Penelitian ini membahas apakah untuk data-data yang bersifat acak 3spGM(1,1) dengan 2-AGO juga akan menghasilkan model peramalan yang lebih baik daripada 3spGM(1,1) dengan 1 AGO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model peramalan yang dibangun menggunakan 3spGM(1,1) dengan 2-AGO belum tentu lebih baik daripada 3spGM(1,1) dengan 1-AGO. Dari 31 studi kasus yang dibahas, 3spGM(1,1) dengan 2-AGO hanya menghasilkan performa yang lebih baik pada 3 studi kasus. Akan tetapi, jika koefisien a dan b pada metode 3spGM(1,1) dicari nilai optimumnya dengan mengunakan pendekatan deret Taylor (atau disebut metode T-3spGM) hasil pemodelan dengan menggunakan metode T-3spGM(1,1) dengan 2-AGO menghasilkan model peramalan yang lebih baik daripada metode T 3spGM(1,1) dengan 1-AGO.

Kata Kunci : grey model, GM(1,1), 3spGM(1,1), T-3spGM(1,1), 1-AGO, 2-AGO, sedikit, acak.

  1. S1-FTK-2009-Cahya_Nugraha-abstract.pdf  
  2. S1-FTK-2009-Cahya_Nugraha-bibliography.pdf  
  3. S1-FTK-2009-Cahya_Nugraha-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FTK-2009-Cahya_Nugraha-title.pdf