EVALUASI DAN EFEKTIVITAS KEBIJAKAN INKLUSI KESEJAHTERAAN LANSIA DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Andik Nurcahyo, Nurhadi, S.Sos., M.Si., PhD.
2025 | Tesis | S2 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan inklusi kesejahteraan lansia di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), daerah dengan persentase lansia tertinggi di Indonesia. Pendekatan inklusif dipandang strategis karena menjunjung martabat manusia, partisipatif, dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) dari Stufflebeam dan analisis efektivitas kebijakan menurut William N. Dunn, dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dari 11 informan utama, terdiri dari pemerintah, LSM, dan lansia, serta dianalisis secara kualitatif dengan triangulasi metode dan sumber. Hasil menunjukkan bahwa kebijakan inklusif di DIY relevan dengan kebutuhan lansia dan menunjukkan efektivitas yang cukup baik dari sisi pencapaian tujuan, dampak, dan keberlanjutan. Tantangan utama mencakup validitas data dan keterbatasan program pemberdayaan. Rekomendasi mencakup pemerataan kebijakan, penguatan aspek budaya lokal, serta kolaborasi multipihak yang lebih kuat.
This study aims to evaluate the effectiveness of the elderly welfare inclusion policy in the Special Region of Yogyakarta (DIY), the region with the highest percentage of elderly in Indonesia. The inclusive approach is considered strategic because it upholds human dignity, is participatory, and sustainable. This study uses the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model from Stufflebeam and policy effectiveness analysis according to William N. Dunn, with a qualitative approach. Data were collected from 11 key informants, consisting of government, NGOs, and elderly, and analyzed qualitatively with triangulation of methods and sources. The results show that the inclusive policy in DIY is relevant to the needs of the elderly and shows quite good effectiveness in terms of achieving goals, impact, and sustainability. The main challenges include data validity and limitations of empowerment programs. Recommendations include equalizing policies, strengthening local cultural aspects, and stronger multi-party collaboration.
Kata Kunci : Kata Kunci: Kebijakan Inklusi, Kesejahteraan Lansia, Model Evaluasi CIPP, Efektivitas Kebijakan.