PENJADWALAN JOB SHOP DENGAN METODE ALGORITMA GENETIKA UNTUK MEMINIMALKAN MAKESPAN
Agustinus Sujanadi, Andi Sudiarso, S.T., M.T., M.Sc.,Ph.D., IPM. ASEAN. Eng
2009 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRIIndustri job shop merupakan industri dengan volume produksi yang rendah, namun memiliki variasi pekerjaan yang tinggi. Masing-masing pekerjaan memiliki urutan proses yang berbeda-beda. Oleh karena itu, penjadwalan job shop, yang secara umum dikenal sebagai penjadwalan n pekerjaan m mesin, memegang peranan yang penting dalam proses produksi job shop. Penelitian tentang penjadwalan job shop telah banyak dilakukan. Sebagai contoh, Aldila (2008) menggunakan metode Shifting Bottleneck untuk melakukan penjadwalan pada proses pembuatan mould di PT Yogyakarta Presisi Teknikatama Industri (YPTI) dengan tujuan untuk meminimalkan makespan. Dengan metode ini, diperoleh jadwal dengan makespan 294 jam yang merupakan hasil terbaik dibandingkan dengan metode heuristik lainnya. Pada penelitian tersebut, transfer time antar mesin diabaikan. Pada penelitian ini, transfer time antar mesin yang semula diabaikan akan diperhitungkan dengan asumsi besarnya transfer time antar mesin sama, yaitu 10 menit. Metode penjadwalan yang digunakan adalah metode Algoritma Genetika dengan skema permutasi menggunakan unpartitioned permutation with m repetition yang dikemukakan oleh Bierwirth (1995). Dengan ukuran populasi 50, probabilitas pindah silang 0,6, probabilitas mutasi 0,001, dan pengulangan sebanyak 10 kali, diperoleh jadwal terbaik dengan makespan 294,17 jam. Hasil ini sama baiknya dengan metode Shifting Bottleneck yang setelah ditambahkan dengan transfer time diperoleh makespan 294,17 jam.
Kata Kunci : job shop, Algoritma Genetika, penjadwalan, makespan