PENERAPAN WORK ORDER SYSTEM PADA SISTEM PREVENTIVE MAINTENANCE DI LINI PRODUKSI BAGIAN PEMBOTOLAN ( PT. SINAR SOSRO UNGARAN )
Agustina Puji Rahayu, Prof. Ir. Jamasri, Ph.D., IPU., ASEAN Eng
2008 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRIPT. Sinar Sosro Ungaran (SSU) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi minuman berkemasan. Departemen Produksi dan Maintenance di PT. SSU hanya terdiri dari satu lini produksi untuk empat macam tipe produk. Sehingga peningkatan produktivitas dan kualitas dari lini produksi ini menjadi rencana utama perusahaan untuk meningkatkan keuntungan dan mempertahankan posisi perusahaan, salah satunya diwujudkan melalui evaluasi dan pembaharuan sistem penjadwalan pemeliharaan dan perawatan dengan menerapkan sistem perintah kerja atau Work Order System untuk mempermudah dalam mencapai ketepatan perencanaan dan penjadwalan tindakan pemeliharaan dan perawatan agar mesin atau unit yang akan digunakan dapat beroperasi dengan baik, dan tidak mengalami gangguan kerusakan pada saat digunakan. Penelitian ini dilakukan dengan menerapkan Work Order System di lini produksi bagian pembotolan PT. SSU selama bulan Mei 2009 dengan melibatkan kerjasama dan kedisiplinan seluruh personel Departemen Produksi dan Maintenance PT. SSU. Kemudian dilakukan analisa nilai breakdown time, number of breakdown, breakdown percentage, loss production, frekuensi breakdown dan persentase ketepatan penjadwalan tindakan pemeliharaan dan perawatan sebelum dan setelah penerapan, dimana evaluasi setelah penerapan dilakukan secara mingguan. Hasil penelitian penerapan Work Order System yang dilakukan selama satu bulan menunjukkan efektivitas perencanaan dan penjadwalan mencapai 77,327%, dapat menurunkan frekuensi breakdown 38-52% serta penurunan loss production 18-25%, breakdown time turun antara 71-77%, number of breakdown mengalami penurunan sekitar 38-51%, dan untuk persentase breakdown mengalami penurunan sekitar 0,47-0,61% dibandingkan dengan bulan Maret dan April sebelum penerapan.
Kata Kunci : work order, efektivitas perencanaan dan penjadwalan, frekuensi breakdown, loss production, breakdown time, number of breakdown, breakdown percentage.