Laporkan Masalah

STRATEGI PENGELOLAAN EKOSISTEM MANGROVE BERBASIS EKONOMI BIRU DALAM MENUNJANG KEMANDIRIAN EKONOMI MASYARAKAT PESISIR KOTA TEGAL, PROVINSI JAWA TENGAH

Bima Jati Santoso, Siti Nurleily Marliana, M.Sc., Ph.D.

2025 | Tesis | S2 Biologi

Ekonomi biru adalah sebuah konsep ekonomi yang mencoba untuk membangun sistem ekonomi perikanan yang berkelanjutan dan berdasarkan pada prinsip-prinsip alami dan lokal yang mengacu pada regenerasi mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari strategi pengelolaan mangrove di Kota Tegal dengan pendekatan ekonomi biru dalam menunjang kemandirian ekonomi masyarakat pesisir. Pembuatan sebaran, luasan, dan kondisi ekosistem mangrove menggunakan software berupa Google Earth Pro, Arcgis 10.5 dan Microsoft Office 365. Analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan pendekatan multidimensional scaling (MDS) dengan menggunakan software rapid appraisal for fisheries (Rapfish).

Hasil penelitian menunjukkan 1) Dinamika luasan mangrove di pesisir Kecamatan Tegal Timur secara umum menunjukkan peningkatan. Hal tersebut membuktikan keberhasilan program rehabilitasi ekosistem mangrove yang dilakukan oleh berbagai pihak maupun secara alami. 2) Pemetaan jasa ekosistem mangrove di pesisir Kecamatan Tegal Timur  menunjukkan bahwa memberikan kontribusi signifikan melalui jasa penyedia, jasa pengaturan, dan jasa budaya. Mangrove menyediakan bahan baku untuk makanan, habitat biota laut, melindungi pesisir dari abrasi dan berpotensi menjadi destinasi wisata berbasis ekonomi biru. 3) Nilai ekonomi total jasa ekosistem mangrove sebesar Rp5.514.244.221. Elastisitas jasa ekosistem menunjukkan bahwa peningkatan stok ekosistem mangrove akan berpengaruh terhadap peningkatan nilai jasa ekosistem mangrove yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar.

Blue economy is an economic concept that seeks to establish a sustainable fisheries-based economic system grounded in natural and local principles, with a focus on mangrove regeneration. This study aims to examine mangrove management strategies in Tegal City using a blue economy approach to enhance the economic independence of coastal communities. The mapping of mangrove ecosystem distribution, extent, and condition was conducted using Google Earth Pro, ArcGIS 10.5, and Microsoft Office 365. The analysis in this study employed a multidimensional scaling (MDS) approach using Rapid Appraisal for Fisheries (Rapfish) software.

The findings indicate: 1) The dynamics of mangrove coverage in the coastal area of East Tegal District generally show an increase, demonstrating the success of mangrove ecosystem rehabilitation programs carried out by various stakeholders as well as natural recovery. 2) The mapping of mangrove ecosystem services in the coastal area of East Tegal District reveals significant contributions through provisioning services, regulating services, and cultural services. Mangroves provide raw materials for food, marine habitat, coastal protection from abrasion, and have the potential to become a blue economy-based tourism destination. 3) The total economic value of mangrove ecosystem services amounts to Rp5,514,244,221. The elasticity of ecosystem services indicates that an increase in mangrove ecosystem stock will influence the rise in the value of mangrove ecosystem services, ultimately impacting the welfare of the surrounding community.

Kata Kunci : Hutan Mangrove, Ekonomi Biru, Kemandirian Ekonomi

  1. S2-2025-525003-abstract.pdf  
  2. S2-2025-525003-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-525003-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-525003-title.pdf