Disain dan reproduksi peta pariwisata Yogyakarta
F.X. Subiyanto, Drs. Maruli Sinaga
1987 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHAdanya kebutuhan informasi obyek wisata dan sarana serta prasarananya di Kotamadya Yogyakarta secara mudah, tepat dan terbaru, yang berujud peta sangat diharapkan. Walaupun di beberapa instansi baik pemerintah maupun swasta telah membuat peta pariwisata untuk kepentingan tersebut, namun masih kurang memenuhi konsepsi dan teknis kartografi. Oleh karena itu penekanan dari penelitian ini adalah untuk menyajikan data obyek pariwisata beserta sarana dan prasarana kepariwisataan dalam bentuk peta, dengan menerapkan sistem reproduksi dengan teknik cetak warna. Data yang dipetakan mencakup obyek wisata dan fasilitas pariwisata tahun 1986, dikumpulkan dari berbagai instansi pemerintah dan swasta yang berada di Yogyakarta. Data pariwisata mempunyai ukuran data nominal, dan bersifat kualitatif; dapat dicerminkan dalam bentuk simbol titik, karena mengutamakan ketepatan letak. Untuk tujuan penggandaan peta digunakan reproduksi dengan teknik cetak "offset" berwarna. Hasil utama dari penelitian ini berujud peta Pariwisata Yogyakarta, skala 1: 17.500, disajikan dalam model berwarna. Di samping itu dapat diketahui bahwa penyajian peta pariwisata perlu adanya data yang lengkap, terpercaya, terbaru, dan sesuai dengan tujuan pemetaan. Penggunaan simbol piktorial untuk mengungkapkan informasi pariwisata pada peta mempermudah pemahaman dan menarik bagi pengguna peta. Daya tarik peta yang dihasilkan dari reproduksi tergantung pada disain simbol dan lay out peta, dan disain tersebut tidak terlepas dari faktor seni. Penggunaan warna dasar yang sama antara simbol titik dengan warna latar belakangnya, kurang dapat menonjolkan obyek wisata karena gradasi warna tidak nampak jelas. Peta Pariwisata yang diproduksi dari penelitian ini dapat menunjukkan dengan jelas jenis dan penyebaran obyek, maupun sarana dan prasara- nanya, beserta keterkaitan antara obyek wisata dengan sarana dan prasarana wisata. Kekurangan daya tarik peta pariwisata merupakan akibat dari adanya penyimpangan simbol yang terdapat dalam peta hasil reproduksi dibandingkan dengan simbol dan lay out peta yang di disain. Penggunaan alat reproduksi yang modern, belum tentu memberikan hasil peta pariwisata yang baik, karena hasil reproduksi masih banyak ditentukan oleh faktor-faktor lainnya, baik disain maupun cara kerjanya. Salah satu keberhasilan reproduksi peta adalah faktor beaya, dan ditinjau dari segi efisiensi beaya ternyata dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain sistem reproduksi, dan jumlah lembar peta, dimana semakin banyak jumlah lembar peta yang direproduksi, semakin murah atau rendah beaya reproduksi peta per lembarnya.
-
Kata Kunci : Reproduksi peta pariwisata,Desain Peta Pariwisata,Kota Yogyakarta,DIY