Laporkan Masalah

Theory of Mind Anak Usia Awal dan Akhir Masa Middle Childhood berdasarkan Jenis Kelamin

Tasha Dwilamiisa Putri, Sutarimah Ampuni, S.Psi., M.Si., MPsych., Ph.D., Psikolog

2025 | Tesis | S2 Psikologi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh usia dan jenis kelamin terhadap kemampuan Theory of Mind (ToM) anak usia awal dan akhir masa middle childhood. ToM merupakan kemampuan kognitif untuk memahami keyakinan, pikiran, keinginan, emosi, dan persepsi orang lain. Subjek penelitian ini terdiri dari 93 anak sekolah dasar yang terbagi dalam dua kategori usia, yaitu usia awal (n = 41) dan akhir masa middle childhood (n = 52), jenis kelamin laki-laki (n = 47) dan perempuan (n = 46). Instrumen yang digunakan adalah ToM-6 Scale dari Peterson dan koleganya (2012) yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Instrumen ini terdiri dari enam cerita dan pertanyaan terkait mental state tokoh cerita. Data dianalisis menggunakan Two-Way ANOVA. Hasil analisis menunjukkan bahwa, sesuai hipotesis, usia memiliki pengaruh signifikan terhadap skor ToM (F(1, 89) = 9,767, p = 0,002); anak usia akhir masa middle childhood memiliki skor ToM yang lebih tinggi dibandingkan anak usia awal masa middle childhood. Sementara itu hipotesis kedua ditolak, karena tidak ditemukan perbedaan capaian ToM antara anak laki-laki dan perempuan (F(1, 89) = 1,112, p = 0,294). Temuan ini dapat menjadi acuan dalam merancang program pengembangan ToM yang disesuaikan dengan tahap usia anak.

This study aims to examine the effects of age and gender on Theory of Mind (ToM) abilities in early and late middle childhood. ToM refers to the cognitive ability to understand others' mental states. The participants consisted of 93 elementary school children, divided into two age categories: early middle childhood (n = 41) and late middle childhood (n = 52), as well as by gender: boys (n = 47) and girls (n = 46). The instrument used was the ToM-6 Scale developed by Peterson and colleagues (2012), which had been translated into Indonesian. This instrument comprises six stories and related questions assessing mental state understanding. Data were analyzed using Two-Way ANOVA. The results showed that, consistent with the hypothesis, age had a significant effect on ToM scores (F(1, 89) = 9.767, p = 0.002); children in late middle childhood scored higher on ToM tasks than those in early middle childhood. However, the second hypothesis was rejected, as no significant differences were found between boys and girls in ToM performance (F(1, 89) = 1.112, p = 0.294). These findings can serve as a reference for designing age-appropriate ToM development programs.

Kata Kunci : Theory of Mind (ToM), usia, jenis kelamin, middle childhood

  1. S2-2025-509837-abstract.pdf  
  2. S2-2025-509837-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-509837-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-509837-title.pdf