STUDI MENGENAI PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DI SENTRA INDUSTRI KERAJINAN GERABAH KASONGAN
Zendith Puspita Nirmalasari, Dr.Eng. Ir. M. Arif Wibisono, S.T., M.T. IPM. ASEAN. Eng
2008 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRISentra Industri Kerajinan Gerabah Kasongan yang terletak di Kabupaten Bantul merupakan salah satu komoditi unggulan ekspor daerah ini. Kabupaten Bantul mengembangkan industri gerabah Kasongan sesuai dengan potensi yang ada. Potensi yag dimiliki adalah lahan yang berupa tegalan, tanah liat yang lembut dan lekat, cocok untuk pembuatan gerabah. Selain itu, sebagian penduduknya sudah mahir dalam mengolah tanah liat menjadi kerajinan gerabah. Pengetahuan ini didapat secara turun-temurun sehingga hampir sebagian besar penduduknya bekerja sebagai pengrajin. Setelah adanya prioritas pembinaan, Sentra Industri Kerajinan Gerabah Kasongan meningkat baik dari segi unit usaha, tenaga kerja, maupun nilai penjualan. Akhirnya Kasongan berkembang menjadi sebuah sentra industri kecil. Pada tahun 1995 setelah Pemerintah Kabupaten Bantul mengukuhkan Kasongan sebagai desa wisata. Berkembangnya industri kerajinan gerabah di Kasongan sampai menjadi seperti sekarang ini merupakan hasil kerja keras para pengusahanya dengan didukung peran aktif pemerintah dan instansi-instansi terkait, selain itu juga peran serta LSM dan seniman-seniman lokal. Namun dalam kenyataannya masih tetap saja ada masalah yang dihadapi oleh Sentra Industri Kerajinan Gerabah Kasongan. Oleh karena itu, untuk mendorong perkembangan Sentra Industri Kerajinan Gerabah Kasongan dibutuhkan identifikasi perkembangan, perubahan teknologi dan transfer teknologi untuk mengetahui masalah-masalah yang tengah dihadapi oleh Sentra Industri Kerajinan Gerabah Kasongan sehingga dari analisis masalah dapat dibuat usulan pengembangan yang potensial untuk dilaksanakan di Sentra Industri Kerajinan Gerabah Kasongan. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode wawancara dan observasi langsung di lapangan serta mencari data – data lain yang berkaitan dengan penelitian. Responden pada penelitian ini adalah 31 orang pelaku usaha dan 2 orang yang mewakili instansi Dinas Perindagkop Kabupaten Bantul dan UPT Pengembangan Keramik Kasongan yang dipilih secara stratified random sampling. Data yang didapatkan dianalisis dengan menggunakan affinity diagram dan SWOT dan kemudian diberikan usulan pengembangan Hasil dari identifikasi perkembangan, perubahan teknologi dan transfer teknologi meliputi: perkembangan telah terjadi sejak Zaman Kerajaan Mataram Baru sekitar 320 tahun yang lalu, selama perkembangan, terjadi beberapa perubahan teknologi baik pada pengolahan bahan, pembentukan, pembakaran, sampai finishing. Proses transfer teknologi yang terjadi adalah transfer teknologi horizontal yang terjadi antar wilayah dan antar instansi yang terkait dengan perusahaan ataupun di dalam perusahaan itu sendiri dan transfer teknologi vertikal yang terjadi karena dilakukanya penelitian dan pengembangan. Sedangkan usulan pengembangan yang diberikan adalah: mengembangkan desain, kualitas, dan variasi produk, membuat media informasi, meningkatkan fasilitas pendukung seperti lembaga keuangan, penukaran uang, ATM serta tempat parkir dan jalan raya di wilayah sentra industri, meningkatkan koordinasi antar pelaku usaha pada proses produksi, meningkatkan ketrampilan tenaga kerja, mengembangkan pusat informasi dan inovasi, mengembangkan media pemasaran, mengembangkan peran UPT Pengembangan Keramik Kasongan.
Kata Kunci : perkembangan, perubahan teknologi, transfer teknologi, usulan, sentra.