Status Nutrisi Pada Penderita Usia Lanjut yang Menjalani Asesmen Geriatri di RSUP Dr. Sardjito
Martina Widayanti, dr. Triwibowo, SpPd., K.Ger.DTM&H
1999 | Skripsi | S1 KEDOKTERANAkibat adanya proses degeneratif alamiah pada usila, terjadi perubahan pada struktur dan fungsi tubuh. Perubahan pada sistem gastrointestinal misalnya, mengakibatkan terjadinya penurunan efektivitas utilisasi zat-zat gizi, dan sebagai akibatnya, usila mempunyai permasalahan gizi yang khas. Selain itu dengan diketahui bahwa status nutrisi mempengaruhi status kesehatan secara umum dan khususnya banyak penyakit yang mempunyai kaitan dengan keadaan gizi, maka penting bagi tiap penderita usila untuk memperhatikan keadaan gizinya agar dapat meningkatkan daya tahan tubuh, mempercepat penyembuhan terhadap penyakit, serta meningkatkan kualitas hidup usila. Penelitian ini membahas tentang status nutrisi pada penderita usia lanjut (yang berusia di atas 45 tahun) serta hubungan antara status nutrisi dengan konsekuensi dari proses menua, yaitu : impairment (penurunan fungsi) , disability (ketidak mampuan), dan handicap (hambatan). Indikator dari status nutrisi yang digunakan adalah Indeks Massa Tubuh,dan kadar serum albumin. Data yang didapat kemudian digolong-golongkan dalam kategori malnutrisi, normal, atau obese. Sebagai sumber data adalah para penderita usia lanjut yang menjalani asesmen geriatri di RSUP dr. Sardjito periode Februari 1996 sampaiJuli 1998. Dari hasil yang didapat menunjukkan bahwa.sebagian besar pasien (59%) berada dalam kondisi status nutrisi kurang baik yaitu : malnutrisi dan obese. Sedangkan sebagian besar wanita mengalami obesitas. Sementara itu kadar serum albumin dari semua penderita usila adalah sedang dan tinggi, kecuali 5 orang yang tidak terukur kadamya. Usila dengan status nutrisi yang makin baik mempunyai jumlah impairment, disability, dan handicap yang makin sedikit.
Kata Kunci : geriatri, status gizi, nutrisi