PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS LABORATORIUM PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK DI JURUSAN TEKNIK MESIN DAN INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UGM MENGGUNAKAN METODE ALDEP
Ys. Ekshan Setyawan, Prof. Ir. Alva Edy Tantowi, M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng
2008 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRIProgram Studi Teknik Industri (PSTI) di Jurusan Teknik Mesin dan Industri Fakultas teknik Universitas Gadjah Mada pada saat ini menggunakan Kurikulum 2006. Dimana pada kurikulum ini mahasiswa mempunyai beban pratikum yang cukup tinggi. Dengan beban pratikum yang tinggi maka dibutuhkan laboratorium pratikum yang mecukupi tetapi pada saat ini laboratorium-laboratorium yang ada kurang mencukupi. Diantaranya yaitu laboratorium untuk pratikum perancangan dan pengembangan produk serta proyek terpadu. Apabila mahasiswa mendapat tugas mata kuliah tersebut maka sering mahasiswa harus melakukan di bengkel-bengkel luar UGM sehingga penjaminan kualitas pembelajaran untuk pengembangan skill-nya tidak ada dan juga berkonsekuensi pada biaya. Berdasarkan permasalahan diatas maka dirancang suatu laboratorium perancangan dan pengembangan produk dengan memanfaatkan bangunan/ruangan yang telah tersedia dan mesin/fasilitas yang ada/tersedia. Laboratorium perancangan dan pengembangan produk ini mancakup 9 departemen, yaitu : departemen market survey, design, detail design, display, engineering analysis, prototype, business plan, assistant room dan lecturer room. Dimana kesembilan departemen tersebut akan dibagi dalam 5 ruangan. Mesin dan fasilitas produksi yang diperlukan pada laboratorium perancangan dan pengembangan produk ini adalah mesin potong, mesin bubut, mesin frais, mesin las, compressor, mesin bending, mesin press, mesin gerinda, mesin injeksi, kerja bangku. Perpindahan material atau komponen pada laboratorium ini tidak memerlukan penanganan khusus, yaitu hanya dilakukan secara manual oleh operator. Pengaturan tata letak di bagian prototyping menggunakan analisa from to chart yang memberikan nilai efisiensi terbesar. Sedangkan pengaturan tata letak departemen lainnya dirancang dengan analisa kualitatif menggunakan ARC. Dari ARC tersebut kemudian didapatkan 3 alternatif tata letak yang dihitung nilai kedekatannya menggunakan program ALDEP. Dari ketiga alternatif tata letak tersebut dipilih tata letak yang memiliki total nilai kedekatan terbesar. Laboratorium perancangan dan pengembangan produk ini membutuhkan luas total sebesar 294,06m2 bila menggunakan ruang 4A sebagai departemen prototype atau 283,61m2 bila menggunakan ruang 3 sebagai departemen prototype. Dimana untuk departemen prototype dan display mempunyai ruangan sendiri sedangkan market survey, design dan business plan menjadi satu ruangan, engineering analysis dan detail design mejadi satu ruangan. Lecturer room dan assistant room menjadi satu ruangan. Dari analisa ALDEP dipilih alternatif no: 1 karena memiliki total nilai kedekatan terbesar yaitu:
Kata Kunci : Laboratorium Perancangan dan Pengembangan Produk, tata letak fasilitas, ARC, ALDEP