Laporkan Masalah

ANALISIS PENGGUNAAN PARAMETER ERROR DAN PARAMETER INVENTORI DALAM PEMILIHAN METODE PERAMALAN UNTUK PERMINTAAN SPARE PART YANG BERSIFAT INTERMITTENT

Windharti Amelia, Prof. Ir. Jamasri, Ph.D., IPU., ASEAN Eng

2008 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRI

Salah satu kesulitan utama dalam peramalan permintaan suku cadang adalah bahwa permintaan suku cadang seringkali bersifat intermittent, yaitu mempunyai variasi ukuran permintaan tinggi. Pemilihan metode peramalan permintaan suku cadang yang tepat sangat penting dalam kaitannya dengan pelayanan terhadap kegiatan produksi. Penelitian ini ditujukan untuk membuktikan adanya metode peramalan terpilih untuk permintaan intermittent yang berbeda dengan penggunaan parameter dan pendekatan level order yang berbeda. Data yang digunakan terdiri dari data deret waktu permintaan tiga puluh jenis suku cadang yang dikelola Departemen Weaving II PT. Kusumahadi Santosa. Selain mempunyai variasi permintaan tinggi, data permintaan suku cadang yang digunakan juga memiliki karakteristik tidak munculnya permintaan pada beberapa periode. Parameter error yang digunakan untuk pengujian keakuratan metode peramalan yaitu RMSE (Root Mean Square Error), GMAMAE (Geometric Mean (across series) of the Arithmetic Mean (across time) of the Absolute Errors), Geometric Mean of Theil’s U dan MASE (Mean Absolute Scaled Errors). Model pengendalian stok yang digunakan adalah periodic order-up-to level (T,S) model dengan dua pendekatan penentuan level order, yaitu backward-looking simulation dengan CSL 100% dan pendekatan probabilitas distribusi binomial negatif. Parameter inventori yang digunakan untuk menguji performansi metode peramalan adalah parameter inventori rata-rata inventori (average inventory), CSL yang diperoleh, dan persentase rata-rata order yang terpenuhi (%SERV). Metode peramalan yang dibandingkan adalah naive method (random walk), single moving average (rata-rata bergerak), single exponential smoothing (pemulusan eksponensial), croston’s method, modified croston’s method (oleh Syntetos dan Boylan serta oleh Teunter dan Sani), dan wright’s modified holt’s method. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan (i) penggunaan parameter dan pendekatan yang berbeda dalam pemilihan metode peramalan terbaik untuk data permintaan intermittent yang digunakan menghasilkan keputusan metode terbaik yang berbeda (ii) parameter error yang sesuai untuk perbandingan keakuratan metode peramalan antar data dalam permintaan yang bersifat intermittent adalah MASE (iii) metode Croston dan modifikasi metode Croston menghasilkan rata rata inventori yang rendah, sedangkan metode peramalan exponential smoothing pada penggunaan konstanta pemulusan yang sama menghasilkan tingkat pelayanan yang lebih tinggi.

Kata Kunci : permintaan intermittent, peramalan, parameter error, parameter inventori

  1. S1-FTK-2008-Windharti_Amelia-abstract.pdf  
  2. S1-FTK-2008-Windharti_Amelia-bibliography.pdf  
  3. S1-FTK-2008-Windharti_Amelia-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FTK-2008-Windharti_Amelia-title.pdf