PENENTUAN JARAK OPTIMAL HALTE TRANS JOGJA
Sigit Suryono, Ir. Andi Rahadiyan Wijayanto, S.T., M.Sc. Ph.D., IPM., ASEAN Eng
2008 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRIMenanggapi turunnya load factor angkutan umum setiap tahun sebesar 16,4%, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengambil kebijakan untuk mereformasi sistem setoran menjadi sistem buy the service. Sistem baru ini v diharapkan dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, diantaranya trayek yang dapat menjangkau seluruh wilayah perkotaan DIY dengan harga tiket yang terjangkau dan tempat henti/halte yang strategis sehingga penumpang tidak berjalan terlalu jauh. Dalam hal ini, penempatan halte yang strategis dengan jarak yang terjangkau oleh calon penumpang menjadi sangat penting. Namun yang menjadi permasalahan adalah berapa jarak optimal secara kuantitatif yang dapat dikatakan tidak terlalu jauh. Selanjutnya bagaimana cara mendapatkan jarak optimal tersebut dengan tetap mempertahankan efisiensi dari sisi cost. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan menyebar kuisioner kepada 350 responden tentang jarak terjauh yang mereka inginkan. Selanjutnya dari data hasil kuisioner tersebut dihitung opportunity losses yang mungkin terjadi dari realisasi penempatan jarak halte. Untuk mendapatkan jarak optimal, opportunity losses ditrade-off dengan total cost (biaya investasi dan operasional bus Trans Jogja). Besarnya opportunity losses menggunakan beberapa skenario populasi sedangkan untuk total cost nilainya tetap. Setelah dilakukan trade-off, diperoleh jarak optimal halte Trans Jogja adalah 550 – 1000 m.
Kata Kunci : halte, opportunity losses , cost, efisien, optimal