Laporkan Masalah

EVALUASI TINGKAT SAFETY STOCK DALAM REPLENISHMENT POLICY BERDASARKAN CYCLE SERVICE LEVEL UNTUK MEMINIMALKAN TOTAL BIAYA PERSEDIAAN (Studi Kasus : PT. Muliaglass – Safety Glass Division)

Satria Firdaus, Ir. Andi Rahadiyan Wijayanto, S.T., M.Sc. Ph.D., IPM., ASEAN Eng

2008 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRI

Persediaan untuk setiap organisasi merupakan suatu aset yang sangat berharga, karenanya pihak manajemen yang terkait dengan persediaan harus memiliki sistem penanganan persediaan yang baik akan mempengaruhi kinerja perusahaan secara keseluruhan. Setiap industri atau organisasi membutuhkan suatu metode yang handal untuk memberikan informasi yang akurat kepada pihak manajemen tentang sistem persediaan yang ada. Kehandalan dalam persediaan dapat diartikan bahwa sistem persediaan dapat memberikan tingkat suplai raw material bagi bagian produksi tanpa terjadinya stockout (kehabisan persediaan raw material). Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan metode yang tepat sesuai dengan kebijakan replenishment perusahaan untuk mengendalikan tingkat persediaan raw material sehingga sistem persediaan efisiensi dan mencapai titik optimal pada tingkat persediaan. Penelitian menggunakan data-data yang berhubungan dengan kegiatan yang berlangsung pada Production Planning and Inventory Control Departement PT. Muliaglass – Safety Glass Division yang berlokasi di Cikarang, Bekasi. Data dianalisis dengan pendekatan CSL untuk mendapatkan tingkat safety Stock yang optimal guna meminimalkan total biaya persediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis menggunakan metode ABC diperoleh dua komponen yang merupakan komponen kelas A, yaitu PVB Clear 34” dan PVB Clear 40”. Hasil pemilihan model peramalan serta perhitungan peramalan PVB Clear 34” yaitu menggunakan model peramalan moving average 3 bulan dengan nilai peramalan 144 unit dan model peramalan Single Exponential Smoothing dengan konstanta pemulusan 0,95 untuk PVB Clear 40” dengan nilai peramalan 112 unit. Dengan menggunakan data kebijakan manajemen persediaan dari perusahaan, diperoleh cycle service level untuk PVB Clear 34” adalah 76 persen dan PVB Clear 40” adalah 79 persen. Besarnya safety stock untuk PVB Clear 34” sebanyak 2 unit dan untuk PVB Clear 40” sebanyak 4 unit, serta reorder point untuk PVB Clear 34” sebanyak 42 unit dan PVB Clear 40” sebanyak 27 unit dari hasil analisis CSL. Menggunakan model EOQ diperoleh hasil lot size pemesanan ekonomis sebesar 49 unit PVB 34” dan 40 unit PVB 40” setiap pemesanan. Dari hasil perhitungan total biaya sistem persediaan perusahaan dengan sistem persediaan berdasarkan penelitian diketahui bahwa total biaya persediaan berdasarkan penelitian relatif lebih rendah yang mana untuk PVB Clear 34 sebesar Rp 19.633.365,00 dan PVB Clear 40”Rp 5.637.925,00.

Kata Kunci : raw material, safety stock, CSL, total biaya persediaan

  1. S1-FTK-2008-Satria_Firdaus-abstract.pdf  
  2. S1-FTK-2008-Satria_Firdaus-bibliography.pdf  
  3. S1-FTK-2008-Satria_Firdaus-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FTK-2008-Satria_Firdaus-title_.pdf