EVALUASI KEGIATAN PERAWATAN SISTEM HYDRAULIC POWER BOEING 737 200 MENGGUNAKAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) (Studi kasus di Merpati Line Maintenance Bandung dan Merpati Maintenance Facility Surabaya)
Roni YR, Prof. Ir. Sutrisno, MSME, Ph,D
2008 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRIPT. Merpati Nusantara Airlines memiliki beberapa tipe pesawat, dan salah satunya adalah BOEING 737 200. Objek penelitian adalah sistem hydraulic power. Pemilihan sistem hydraulic BOEING 737 200 sebagai objek penelitian berdasarkan jam terbang dan route penerbangan per hari yang lebih tinggi dibandingkan tipe pesawat yang lain yang dimiliki PT. Merpati Nusantara Airlines. BOEING 737 200 dan sistem hydraulic power beroperasi antara 8 sampai 10 jam per hari dan melayani berbagai route domestik dan internasional. Hal ini diketahui dari catatan penerbangan BOEING 737 200. Konsep reliability centered maintenance (RCM) yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan menganalisa fungsi, standart performance, kegagalan fungsional, failure mode, failure cause, dan failure effect, untuk membuat maintenance task yang efektif dan applicable. Output penelitian ini adalah evaluasi terhadap current task yang telah dilakukan dengan membandingkan maintenance task yang dilakukan dengan proses RCM. Analisis RCM memperlihatkan bahwa perawatan terhadap sistem hydraulic power BOEING 737 200 membutuhkan perhatian yang lebih dalam. Berdasarkan perhitungan reliability, sistem hydraulic memiliki reliability yang baik berdasarkan pengamatan selama lima tahun lima bulan yang dimulai dari 1 Januari 2002 sampai 31 May 2007.
Kata Kunci : Hydraulic power, reliability, RCM, BOEING 737 200