PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK INDUSTRI MANUFAKTUR DENGAN PENDEKATAN METODE SIX SIGMA (Studi Kasus untuk produk gula kristal putih SHS 1 A di PG. Gondang Baru, Klaten)
Ronald Yansen Simatupang, Ir. Subagyo, Ph.D., IPU., ASEAN Eng
2008 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRIDi era zaman globalisasi dalam dunia bisnis dari waktu ke waktu, tiap perusahaan dituntut untuk mampu meningkatkan daya saing untuk semakin produktif dan efisien. Hal ini disadari oleh PG. Gondang Baru untuk senantiasa meningkatkan kualitas proses dan produk agar menjadi perusahaan yang mempunyai daya saing dan menjadi perusahaan yang kompetitif dalam persaingan global. Pencapaian ini merupakan tujuan perusahaan yang harus dicermati dengan melakukan langkah yang tepat dalam memilih konsep manajemen kualitas yang diterapkan di perusahaan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan prinsip-prinsip metode Six Sigma yang menerapkan konsep DMAIC atau mendefinisikan (Define), mengukur (Measure), menganalisa (Analyze), memperbaiki (Improve) dan mengendalikan (Control). Pada tahap define kegiatan yang dilakukan adalah mendefinisikan keinginan konsumen dan mendefinisikan proses produksi yang dilakukan perusahaan. Pada tahap measure kegiatan yang dilakukan adalah mengumpulkan dan menguji data serta melakukan perhitungan kinerja perusahaan. Pada tahap analyze kegiatan yang dilakukan adalah melakukan perhitungan dan analisa kapabilitas proses produksi serta mengidentifikasi dan menyeleksi sumber penyebab kegagalan. Pada tahap improve yang dilakukan adalah merancang rencana kegiatan perbaikan kualitas berdasarkan data yang didapat dari tahap sebelumnya, sedangkan yang dilakukan pada tahap control adalah mengembangkan rencana pengendalian proses. Dari hasil penelitian didapat nilai stabilitas dan kapabilitas proses pengukuran data atribut untuk produk gula SHS 1 A didapatkan kapabilitas sigma 4,19. Hal tersebut menunjukkan proses yang lumayan stabil dan kompetitif untuk bersaing dengan perusahaan kelas dunia yang mempunyai kapabilitas proses sigma 6. Dari analisa diperoleh bahwa penyebab kegagalan proses adalah material yang kurang baik kualitasnya, operator kurang teliti dan bekerja tidak sesuai instruksi kerja, metode pengendalian proses produksi yang kurang bagus disamping penyebab lain seperti mesin produksi rusak, salah perencanaan dan faktor human error. Perbaikan yang diusulkan adalah perbaikan metode pengendalian kualitas incoming material, perbaikan metode pengendalian proses produksi, dan penyusunan rencana tindakan pencegahan terulangnya kesalahan-kesalahan yang sama (preventive action) terhadap kegagalan kualitas gula SHS 1 A.
Kata Kunci : Six Sigma, DMAIC, kapabilitas sigma.