Analisis Kekuatan Motivasi dalam Memengaruhi Fungsi dan Peran Audit Internal (Studi Kasus Bank X)
Helmin Safitri, Abdul Halim, Prof., Dr., M.B.A., Ak., CA.
2025 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi/Akuntansi Terapan
Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan motivasi yang terdiri atas motif, ekspektasi, dan insentif intrinsik dalam memengaruhi pelaksanaan fungsi dan peran audit internal di Bank X.
Metode penelitian – Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan analisis dokumen yang relevan. Teknik penentuan sampel wawancara bersifat sampel bertujuan kepada auditor internal. Teknik analisis tematik data menggunakan pendekatan deduktif, yaitu didasarkan teori yang ada sebelumnya untuk membangun rerangka konseptual.
Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi dan peran auditor internal di Bank X dapat dipengaruhi oleh motivasi internal terkait dengan motif, ekspektasi, dan insentif intrinsik. Motif berkaitan dengan kompleksitas tugas dan keteguhan moral. Kompleksitas tugas audit Bank X menuntut auditor untuk bersikap responsif dan adaptif terhadap setiap perubahan dan tantangan yang ada, termasuk terkait dengan prosedur audit yang terkadang dapat memengaruhi moral auditor dalam membuat penilaian profesional. Ekspektasi berkaitan dengan konsep efikasi-diri auditor untuk tetap memberikan usaha terbaik dalam menghadapi setiap tantangan audit. Auditor dapat menghadapi tantangan ketika prosedur audit tengah berjalan, terkait dengan keterbatasan data dan sumber daya, penggunaan teknologi, dan ketepatan waktu. Insentif intrinsik berkaitan dengan imbalan dari organisasi yang membentuk komitmen afektif, auditor Bank X merasa bahwa insentif seperti pengakuan atas kinerja atau keberhasilan di depan umum, umpan-balik konstruktif, stabilitas tempat kerja, serta visibilitas jam kerja dapat meningkatkan motivasi auditor untuk mengoptimalkan pelaksanaan fungsi dan perannya sebagai pengendali internal dan pengawas risiko.
Orisinalitas – Penelitian ini mengisi kesenjangan penelitian sebelumnya mengenai motivasi internal yang memengaruhi efektivitas fungsi auditor internal dengan menggunakan teori kekuatan motivasi yang dikembangkan oleh Atkinson. Teori ini mengasumsikan bahwa motivasi seseorang untuk memberikan kinerja terbaik dipengaruhi oleh faktor motif, ekspektasi, dan insentif intrinsik. Penelitian ini ditujukan pada sistem pengendalian internal di sektor lembaga keuangan, dengan secara khusus menganalisis sudut pandang auditor internal terkait dengan motivasi yang mendorong pengoptimalan fungsi dan peran auditor sebagai pengawas risiko.
Objectives – This research aims to analyze the influence of motivation—comprising motives, expectations, and intrinsic incentives—on the effectiveness of internal audit functions and roles at Bank X.
Research Methods – This research used qualitative methods with a case study approach. Data were collected through semi-structured interviews and analysis of relevant documents. The technique for determining the interview sample was purposive sampling addressed to internal auditors. The thematic data analysis employed a deductive approach, drawing on pre-existing theories to construct a conceptual framework.
Findings – The research results showed that the function and role of internal auditors in Bank X could be influenced by internal motivation related to motives, expectations, and intrinsic incentives. Motives were linked to task complexity and moral courage. The complexity of Bank X audit required auditors to be responsive and adaptive to any existing changes and challenges, including those related to audit procedures which could sometimes affect the auditor's morale in making professional judgments. Expectations were centered to the concept of auditor self-efficacy to continue to provide the best effort in facing every audit challenge. Auditors could face challenges when audit procedures were ongoing, related to limited data and resources, use of technology, and timeliness. Intrinsic incentives were related to rewards from the organization that formed affective commitment. Bank X auditors felt that incentives such as recognition for performance or success in public and constructive feedback, could increase the auditor's motivation to optimize the implementation of their functions and role as an internal controller and risk supervisor.
Originality – This research addresses the gap in previous research regarding internal motivation which influences the effectiveness of the internal auditor's function by using the motivation strength theory developed by Atkinson. This theory assumes that a person's motivation to provide the best performance is influenced by motives, expectations, and intrinsic incentives. This research is aimed at the internal control system in the financial institutions sector, by specifically analyzing the internal auditor's perspective regarding the motivation that drives optimization of the function and role of the auditor as a risk supervisor.
Kata Kunci : audit internal, kekuatan motivasi, fungsi dan peran auditor, pengawas risiko