Laporkan Masalah

Pemanfaatan penerangan buatan di Gang Kampung untuk kenyamanan aktivitas publik pada malam hari :: Studi kasus perkampungan Sosrowijayan, Yogyakarta

JANUHARKA, Markus, Ir. Adi Utomo Hatmoko, M.Arch

2004 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur

Berdasarkan karakter fungsi dan aktivitas yang ada, Kawasan Sosrowijayan terbagi menjadi 2 blok sub kawasan yang berbeda, yaitu Sub Kawasan Sosrowijayan Timur yang dikenal sebagai area kampung wisata dan Sub Kawasan Sosrowijayan Barat yang dikenal sebagai area lokalisasi PSK (Pekerja Seksual Komersial). Aktivitas publik yang terjadi di kedua sub kawasan tersebut, berlangsung hingga malam hari. Menurut hasil wawancara, ditemukan bahwa faktor pencahayaan kawasan menjadi penentu kenyamanan aktivitas publik pada malam hari. Berdasarkan perbedaan karakter di kedua sub kawasan yang ada, maka teknik pencahayaan yang digunakan di masing – masing sub kawasan, menyesuaikan perbedaan karakter kedua sub kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah faktor penerangan buatan mampu menjadi penentu kenyamanan aktivitas publik pada malam hari, untuk selanjutnya dibuat arahan rancangan mengenai pencahayaan buatan bagi aktivitas publik pada malam hari. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah kurangnya tingkat kenyamanan aktivitas publik pada malam hari, yang disebabkan kualitas pencahayaan buatan di gang kampung yang buruk. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penghitungan intensitas penyinaran dan pemetaan alas radius bidang penyinaran, untuk mendapatkan besaran daya lampu minimum, ketinggian lampu maksimum dan jarak antar lampu maksimum serta pengenalan karakter aktivitas di masing – masing blok kawasan sehingga didapatkan teknik pencahayaan yang sesuai untuk masing – masing blok kawasan. Proses penelitian yang dilakukan meliputi penyusunan standar kualitas pencahayaan kawasan bagi kenyamanan aktivitas publik pada malam hari yang baik. Berdasarkan standar tersebut, dilakukan tinjauan terhadap eksisting pencahayaan kawasan yang telah ada, sehingga dapat diketahui kekurangan dan kelemahan eksisting teknik pencahayaan yang telah dilakukan. Langkah berikutnya adalah menyusun suatu arahan rancangan bagi pencahayaan kawasan di Kampung Sosrowijayan berdasarkan standar kenyamanan yang telah dibuat sebelumnya. Hasil dari penelitian ini adalah temuan bahwa kenyamanan aktivitas publik pada malam hari, ditentukan pula oleh teknik pencahayaan kawasan yang baik. Intensitas penerangan yang besarnya menyesuaikan karakter aktivitas malam yang terjadi dan bidang penyinaran yang menyatu untuk mendapatkan distribusi penyinaran yang merata adalah faktor yang menjadi penentu kualitas pencahayaan kawasan yang baik. Intensitas penyinaran dan bidang penyinaran yang dihasilkan, dipengaruhi oleh daya lampu, ketinggian lampu, jarak antar lampu dan lokasi peletakan lampu.

Based on the exsisting character of function and activity, Sosrowijayan District was divided into 2 different sub district block areas. They were East Sosrowijayan which known as tourism kampong area and West Sosrowijayan which known as prostitution area. Public activities at each block, occurred until night time. According the interview results, urban lighting became a determinant factor of public activities comfortable at night. Based on the difference of activities character at each sub district block area, the urban lighting technique which used, accomodated the difference character of each sub district block area. This research goal was to know if artificial illumination factors could be a determinant factor of night public activities comfortable at night, in order to design a guidelines for urban lighting at each sub district. The problem of the research is the lack of night public activities comfortable, because of low quality of artificial urban lighting in kampong’s alley. The research method which used were calculated illumination intensity and radius of illumination field area to obtain numbers of minimum lamps intensity, maximum lamps height and maximum distance between lamps and also indentify activity characters at each block in order to design the suitable lighting technique for each block district area. The process of this research was to make a standard of good urban lighting to increase the comfortable of night public activities. Based on this standard, the existing of the urban lighting was evaluated in order to know the weakness of urban lighting technique which has been done before. The next step was to arrange an urban design guidelines for urban lighting at Sosrowijayan Kampong based on standards which have been analyzed before. The result of the research found that, the comfortable of night public activities was also depended on good urban lighting technique. In the urban lighting technique, illumination intensity of urban lighting was depended on character of night public activities. Good illumination quality was obtained by good lighting distribution. Illumination intensity and lighting distribution were depended on intensity, height, placement and spacing of the lamp.

Kata Kunci : Ruang Publik,Kenyamanan,Pemanfaatan Penerangan, comfortable, night activity and urban lighting


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.