Peran Parentification Instrumental dan Emosional terhadap Kejelasan Konsep Diri Remaja Akhir dengan Diferensiasi Diri sebagai Mediator
Debrinna Tryanan Asmaradhani, Sutarimah Ampuni, S.Psi., M.Si., MPsych., Ph.D., Psikolog
2025 | Tesis | S2 Psikologi
Kejelasan konsep diri merupakan salah satu indikator keberhasilan tugas perkembangan remaja. Akan tetapi, perkembangan kejelasan konsep diri dapat terancam jika remaja berada dalam dinamika keluarga yang negatif. Parentification adalah salah satu dinamika keluarga negatif yang berpotensi mengganggu tercapainya kejelasan konsep diri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran parentification instrumental dan emosional terhadap kejelasan konsep diri remaja akhir yang dimediasi oleh diferensiasi diri. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pengambilan data menggunakan survei. Partisipan penelitian terdiri dari 338 remaja akhir berusia 18-21 tahun yang terdiri dari 115 laki-laki dan 223 perempuan. Penelitian ini melibatkan analisis mediasi sederhana dengan dua variabel independen dan satu variabel mediator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parentification instrumental berperan negatif terhadap kejelasan konsep diri melalui penurunan diferensiasi diri. Sementara itu, parentification emosional berperan positif terhadap kejelasan konsep diri tanpa diantarai oleh diferensiasi diri. Implikasi dari penelitian ini menekankan pada pentingnya kesadaran akan dampak parentification terhadap perkembangan kejelasan konsep diri remaja.
Self-concept clarity is one of the indicators of successful adolescent developmental tasks. However, the development of self-concept clarity may be threatened if adolescents experience negative family dynamics. Parentification is one of the negative family dynamics that has the potential to hinder the achievement of self-concept clarity. This study aims to examine the role of instrumental and emotional parentification on late adolescents' self-concept clarity, mediated by differentiation of self. The research employs a quantitative method with data collection conducted through surveys. The participants consisted of 338 late adolescents aged 18-21 years, including 115 males and 223 females. This study involves a simple mediation analysis with two independent variables and one mediator variable. The results indicate that instrumental parentification negatively affects self-concept clarity by reducing differentiation of self. Meanwhile, emotional parentification positively influences self-concept clarity without being mediated by differentiation of self. The implications of this study highlight the importance of awareness regarding the impact of parentification on the development of adolescents' self-concept clarity.
Kata Kunci : kejelasan konsep diri, parentification instrumental, parentification emosional, diferensiasi diri, remaja akhir