Laporkan Masalah

ANALISA PENJADWALAN SISTEM PRODUKSI JOB SHOP UNTUK MEMINIMALKAN MAKESPAN (Studi Kasus di PT. YPTI Yogyakarta)

Rika Aldila, Prof. Dr. Eng. Ir. Deendalianto, S.T., M.Eng

2008 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRI

PT. Yogyakarta Presisi Teknikatama Industri adalah perusahaan yang bergerak dibidang perbengkelan dan industri pembuatan komponen logam (spare parts) dan plastik (mould) dengan sistem manufaktur bersifat make to order dengan jenis produk dan jumlah pesanan sesuai permintaan konsumen. Pada lantai produksi untuk perbengkelan dan spare parts perusahaan menerapkan sistem produksi job shop karena dalam proses pengerjaan komponennya setiap pekerjaan mempunyai pola aliran yang berbeda-beda dan tidak searah. Suatu proses job shop akan menggunakan peralatan secara bersama, dimana suatu mesin dapat memproses pekerjaan baru atau pekerjaan yang sudah di kerjakan sebelumnya oleh mesin lain, dan pekerjaan yang keluar dari suatu mesin dapat merupakan produk jadi atau produk yang akan di proses lagi pada mesin berikutnya. Dengan adanya pola aliran yang tidak searah dan variasi produk akan menimbulkan masalah dalam penjadwalan, terutama masalah optimasi mesin dan juga keterlambatan dalam pengiriman produk ke konsumen. Kurang optimalnya metode penjadwalan yang digunakan yaitu dengan metode LPT ( Longest Processing Time) mengakibatkan pesanan tidak dapat diselesaikan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah disetujui dengan konsumen, sehingga mengurangi tingkat kepercayaan konsumen. Dari permasalahan tersebut perlu dilakukan analisa ulang terhadap masalah optimasi penjadwalan dengan menggunkan beberapa metode panjadwalan Metode yang digunakan adalah beberapa metode penjadwalan yang sudah dikembangkan oleh para peneliti sebelumnya yaitu dengan menggunakan Algoritma Penjadwalan Aktif Generation, Algoritma Penjadwalan Non Delay Generation, Algoritma Penjadwalan Heuristic Generation dan Metode Shifting Bottleneck. Dari hasil perbandingan metode tersebut diketahui bahwa metode Shifting Bottleneck menghasilkan nilai makespan dan total waktu work-in-peocess yang paling kecil dibandingkan empat metode lainnya, yaitu sebesar 294 jam dan 426 jam. Dengan menggunakan metode Shifting Bottleneck perusahaan dapat menjadwalkan produksinya dengan lebih baik karena waktu total penyelesaian dan waktu total WIP yang dihasilkan lebih kecil.

Kata Kunci : Penjadwalan job shop, makespan, aktif generation, non delay generation, heuristic generation, shifting bottleneck

  1. S1-FTK-2008-Rifky_Adhitya-abstract.pdf  
  2. S1-FTK-2008-Rifky_Adhitya-bibliography.pdf  
  3. S1-FTK-2008-Rifky_Adhitya-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FTK-2008-Rifky_Adhitya-title.pdf