Laporkan Masalah

Pengembangan Aplikasi “EDINATEK : Edukasi Diare Anak Oleh Apoteker” Berbasis Android Sebagai Alat Bantu Konseling Apoteker Di Apotek Wilayah Malang Raya

Hananditia Rachma Pramestutie, Prof. Dr. apt. Susi Ari Kristina., M.Kes; dr. M Lutfan Lazuardi, M.Kes., PhD; 3. apt. Anna Wahyuni Widayanti, M.P.H., Ph.D

2025 | Disertasi | S3 Ilmu Farmasi

Apoteker memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kesehatan, termasuk manajemen terapi diare anak dan pencegahannya. Penanganan diare yang tidak tepat dapat menyebabkan komplikasi serius, sehingga diperlukan sarana pendukung untuk meningkatkan efektivitas edukasi oleh apoteker yakni aplikasi berbasis android “Edinatek : Edukasi Diare Anak oleh Apoteker”. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi “Edinatek : Edukasi Diare Anak oleh Apoteker” berbasis android sebagai alat bantu konseling apoteker terkait manajemen terapi diare anak dan pencegahannya di Apotek wilayah Malang Raya.
Penelitian dilakukan dari Desember 2022 hingga Mei 2024, melibatkan apoteker yang melakukan pelayanan kefarmasian obat diare anak  di apotek wilayah Malang Raya dan memenuhi kriteria inklusi. Setiap apotek diwakili satu apoteker sebagai sampel penelitian. Tahap penelitian meliputi: identifikasi kebutuhan melalui studi observasional, pengembangan aplikasi dengan pendekatan kualitatif, uji coba aplikasi untuk memastikan fungsionalitasnya dengan pendekatan kualitatif, serta implementasi model intervensi menggunakan metode kuasi eksperimental. Evaluasi efektivitas aplikasi dilakukan terhadap 76 responden per kelompok guna menilai dampak aplikasi terhadap pengetahuan apoteker dan profil konseling apoteker terkait manajemen terapi diare anak. Analisis data untuk mengetahui efentifitas aplikasi menggunakan uji Mann-Whitney.
Sebanyak 68,35% apoteker dalam penelitian tahap awal memiliki tingkat pengetahuan yang rendah dan tidak semua apoteker melakukan penggalian informasi obat dan pemberian informasi yang lengkap kepada simulasi pasien. Hanya 6,96% apoteker yang merekomendasikan terapi kombinasi oralit dan zink kepada simulasi pasien. Model intervensi apoteker berbasis android terkait manajemen terapi diare anak dan pencegahannya telah dikembangkan dengan nama “Edinatek : Edukasi Diare Anak oleh Apoteker”. Implementasi aplikasi ini secara signifikan meningkatkan pengetahuan apoteker (p=0,000) serta memperbaiki pelayanan konseling oleh apoteker terkait manajemen terapi diare anak dan pencegahannya meliputi penggalian informasi obat (p=0,000), pemberian rekomendasi terapi (p=0,000), dan informasi obat yang lebih lengkap (p=0,000).
Penelitian ini membuktikan bahwa intervensi berbasis aplikasi ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kualitas pelayanan kefarmasian apoteker terkait terapi diare anak, sehingga dapat menjadi solusi edukasi kesehatan yang inovatif.

Pharmacists are essential in health education, including managing and preventing childhood diarrhea. Inappropriate management of diarrhea can lead to serious complications. Therefore, a support tool is needed to increase the effectiveness of pharmacist education, namely the android-based application 'Edinatek: Edukasi Diare Anak oleh Apoteker.' This study aims to develop the android-based application 'Edinatek: Edukasi Diare Anak oleh Apoteker'  as a tool for pharmacist counseling related to managing childhood diarrhea therapy and its prevention in pharmacies in Greater Malang.

The study was conducted from December 2022 to May 2024, involving pharmacists who provided pharmaceutical services for pediatric diarrhea drugs in pharmacies in the greater Malang area and met the inclusion criteria. One pharmacist represented each pharmacy as a research sample. The research stages include identifying needs through observational studies, application development using a qualitative approach, application testing to ensure functionality using a qualitative approach, and implementing the intervention model using the quasi-experimental method. The application's effectiveness was evaluated on 76 respondents per group to assess the impact of the application on pharmacists' knowledge and counseling profiles related to pediatric diarrhea therapy management. Data analysis to determine the effectiveness of the application using the Mann-Whitney test.

Overall, 68.35% of pharmacists in the early phase study had a low level of knowledge, and not all pharmacists extracted drug information and provided complete information to simulated patients. However, the implementation of the android-based pharmacist intervention model for treating childhood diarrhea and its prevention under 'Edinatek: Edukasi Diare Anak oleh Apoteker'  significantly increased pharmacists' knowledge (p=0.000), reassuring us of the application's effectiveness. It improved pharmacists' pharmaceutical services related to the therapeutic management of childhood diarrhea and its prevention, including extraction of drug information (p=0.000), provision of therapy recommendations (p=0.000), and complete drug information (p=0.000).

This study demonstrates that the application-based intervention not only effectively improves pharmacists' knowledge and the quality of pharmaceutical services related to pediatric diarrhea therapy but also has the potential to become a transformative and innovative health education solution.

Kata Kunci : diare anak, pengetahuan apoteker, alat bantu konseling, aplikasi berbasis android

  1. S3-2025-476238-abstract.pdf  
  2. S3-2025-476238-bibliography.pdf  
  3. S3-2025-476238-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2025-476238-title.pdf