Pelaku mobilitas sirkuler di kampung Ratmakan lembah Code Yogyakarta
Niken Warih Anjani, Prof. Dr. Ida Bagoes Mantra; Drs. R. Rijanta, M.Sc.
1998 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian ini mengenai Pelaku Mobilitas Sirkuler di Kampung Ratmakan, dilatar belakangi oleh semakin meningkatnya kegiatan mobilitas masyarakat dari desa ke kota akibat terdapatnya kesenjangan antara kota dan desa. Semakin lama mobilitas penduduk ke kota semakin bertambah maka akan berakibat semakin terbatasnya kemampuan kota untuk menyediakan sarana perkotaan, seperti air bersih, listrik dan lahan hunian. Akibatnya semakin sering dijumpai permukiman yang padat, kumuh, dan tidak teratur serta terletak pada wilayah yang tidak diperuntukkan sebagai daerah permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan pelaku mobilitas sirkuler mondok di Kampung Ratmakan, mengetahui kondisi pondokan, pekerjaan, penghasilan, pengeluaran dan hubungan pelaku mobilitas sirkuler dengan daerah asal. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan dengan purposive. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode penelitian adalah metode survei, data dari responden diperoleh dengan mengajukan pertanyaan menggunakan kuesioner. Pemilihan responden dengan metode Snow Balling. Data primer yang diperoleh di lapangan dianalisis dengan analisis tabel frekuensi, tabulasi silang, korelasi product moment dan uji T-test pada tingkat signifikasi 5%. Dari penelitian mengenai pelaku mobilitas sirkuler di Kampung Ratmakan ini diperoleh hasil pelaku mobilitas sirkuler di Kampung Ratmakan berusia muda (<36 tahun), tingkat pendididikan yang terbanyak adalah tamat SMA. Penguasaan lahan di daerah asal umumnya sempit atau tidak memiliki lahan sama sekali. Faktor pendorong meninggalkan daerah asal karena penghasilan di desa yang kecil dan faktor penarik adanya anggapan di kota banyak pekerjaan. Jarak dengan daerah asal dekat, telah melakukan mobilitas selama antara 1 <5 tahun. Famili/saudara berperan dalam membantu calon pelaku mobilitas sirkuler dalam memberikan informasi dan bantuan untuk mencari pondokan dan pekerjaan di kota. Posisi migran dalam keluarga terbanyak adalah sebagai anak. Biaya sewa pondokan perbulan antara Rp 5.000,00 hingga