Laporkan Masalah

Outcome Penanganan Ketuban Pecah Dini pada Partus Spontan dan Partus dengan Tindakan di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

Rina Nuryati, Dr.A.Irmansjah Mochtar, DSOG

1996 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Latar Belakang Sampai saat ini, angka morbiditas dao mortaIitas ibu dan bayi pada kasus Ketuban Pecah Dini (KPD) masih tinggi. Oleh karena itu perlu diketahui faktor–faktor yang dapat mempengaruhi outcome penanganan ketuban pecah dini dan cara penanganan yang tepat sehingga morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi dapat ditekan serendah mungkin. Tujuan : menetapkan faktor–faktor yang dapat mempengaruhi outcome penanganan KPD. Bentuk rancangan : studi potong lintang. Cara penelitian : subjek penelitian adalah semua kasus KPD yang tercatat dalam Catatan Medik RSUP DR Sardjito tanggal 1 Januari. 1995 sampai dengan tanggal 31 desember 1995. Kriteria inklusi adalah kehamilan tunggal, presentasi normal, dan tidak termasuk kehamilan risiko tinggi. Untuk menentukan outcomenya dicatat adanya morbiditas ibu, morbiditas perinatal, mortalitas ibu, mortalitas perinatal dan asfiksia bayi baru lahir. Subjek dikelompokkan menjadi partus spontan dan partus dengan tindakan serta masa laten < 7 jam dan masa laten ? 7 jam. Hasil diolah secara kualitatif diskriptif dan statistik metode kai-kuadrat. Hasil : Ada perbedaan bermakna antara outcome penanganan KPD pada partus spontan dan partus tindakan (p< 0,05). Outcome partus spontan lebih baik daripada outcome partus tindakan. Masa laten < 7 jam didapatkan outcome yaug lebih baik daripada masa laten ? 7 jam dan ini secara statistik menunjukkan perbedaaa yang bermakna (p< 0,05). Kesimpulan : Outcome penanganan ketuban pecah dini dipengaruhi oleh cara penanganan dan lamanya masa laten.

Kata Kunci : Ketuban Pecah Dini (KPD), morbiditas, mortalitas


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.