Laporkan Masalah

Penyebab Atrofi Optik Non Glaukomatosus di RS.Dr.YAP Yogyakarta Tahun 1997

Retno Pamungkas Sari, dr. Hartono, DSM

1999 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Atrofi optik ada1ah berkurangnya ukuran dan bahan saraf optik akibat hilangnya akson saraf atau se1ubung mielin, dengan gambaran papil saraf optik yang pucat dan disertai dengan kemunduran tajam penglihatan atau kelainan lapangan penglihatan. Atrofi optik dapat disebabkan oleh karena infeksi, kelainan vaskuler, kompresi, trauma, toksik, glaukoma, herediter, post papiledema, idiopatik, dan lain-lain. Kerusakan pada saraf optik (atrofi optik) bersifat ireversibel. Pengobatan hanya untuk menghentikan progresivitas penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka prevalensi penyebab atrofi optik non glaukomatosus di RS. Dr. Yap Yogyakarta selama tahun 1997, sehingga diharapkan dapat di1akukan upaya-upaya pencegahan agar kelainan yang terjadi pada saraf optik tidak berkembang menjadi atrofi optik. Pene1itian ini merupakan penelitian non eksperimental yang dilakukan secara retrospektif dengan mengambil data sekunder dari catatan medik RS. Dr. Yap Yogyakarta. Subjek pene1itian adalah penderita penyakit mata dengan diagnosis atrofi optik non glaukomatosus yang datang ke RS. Dr. Yap Yogayakarta selama tahun 1997. Variabel yang diteliti adalah diagnosis etiologi, visus, jenis kelamin dan umur yang dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Selama tahun 1997 didapatkan 65 orang penderita atrofi optik non glaukomatosus (98 mata). Penyebab atrofi optik non glaukomatosus terbanyak adalah infeksi (26,53%) disusul oleh kompresif (22,45%), trauma (14,37%), herediter (10,2%), post papiledema (8,16%), kelainan vasku1er (7,14%), toksik (6,12%), dan idiopatik (5,1%).

Kata Kunci : Atrofi optik, penyakit mata, atrofi optik non glaukomatosus


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.