Hubungan antara Ras dan Gizi dengan Umur Menarche Pada Pelajar Putri SMP Pedesaan dan Perkotaan di Daerah Istimewa Yogyakarta
Eben Ezer Siregar, dr. Suwono
1997 | Skripsi | S1 KEDOKTERANDi negara berkembang perkawinan remaja masih sering terjadi di pedesaan. terutama masyarakat yang hidupnya terpencil dan miskin. Di daerah perkotaan perkawinan remaja jarang dilakukan karena orang tua ingin anaknya sekolah lebih lanjut. Namun masalah yang timbul ialah pergaulan antara muda-mudi yang lebih bebas dengan konsekuensi senggama premarital semakin meningkat akibat semakin besarnya kesenjangan antara kematangan seksual dan kematangan sosial. Adanya kecenderungan umur menarche yang menurun berarti semakin cepat remaja mengalami kematangan seksual. Di lain pihak adanya kenyataan bahwa semakin banyaknya wnur remaja fertile di Indonesia. Hal ini akan meningkatkan kehamilan dan persalinan remaja.Telah dilakukan penelitian mengenai umur menarche dan faktor-faktor yang mempengaruhinya pada pelajar putri SMP pedesaan (Hargo. Pakem Sleman) dan perkotaan (Yogyakarta) tahun 1996. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan rata-rata umur menarche di pedesaan dan perkotaan serta hubungan ras clan gizi terhadap umur menarche. Ras yang diteliti adalah pribumi dan non pribumi keturunan mongoloid sedangkan gizi berdasarkan indeks livi. Penelitian menunjukkan rata-rata umur menarche pribumi adalah 12.90 tahun dan non pribumi (keturunan Cina ) adalah 11.88 tahun. Terdapat perbedaan yang bermakna antara rata- rata umur menarche pelajar putri pribumi dan non pribumi (p< 0.05). Secara uji statistik. status gizi sangat signifikan (p< 0.(5) terhadap umur menarche. Hasil penelitian)menunjukkan rata-rata umur menarche di pedesaan adalah 13.32 tahun dan di perkotaan adalah 12.15 tahun. Terdapat perbedaan yang bermakna antara rata-rata umur menarche pelajar putri di daerah pedesaan dan perkotaan (p < 0,05). Dari hasil penelitian ini diharapkan adanya perhatian khusus terhadap pelajar putri pada usia pubertas sehingga kemetangan seksual yang terjadi sedapat mungkin dliimbangi dengan kematangan sosial. Perlu dilakukan tindakan-tindakan pencegahan agar tidak menimbulkan masalah-masalah seperti perkawinan remaja. senggama premarital, dan sebagainya.
Kata Kunci : Perkawinan remaja, pribumi, non pribumi, umur menarche