Environment, Social, dan Governance (ESG) dan Risiko Gagal Bayar: Studi Empiris di Bursa Efek Indonesia
Patma Wahyuningsih, Prof. Dr. Tandeilin Eduardus, M.B.A.
2025 | Tesis | S2 Manajemen
Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh kinerja ESG terhadap risiko default. Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2018-2022 yang berjumlah 34 perusahaan. Penelitian ini menggunakan skor ESG Thomson Reuters Refinitiv sebagai pengukuran kinerja ESG, nilai probabilitias default dari National University of Singapore Credit Research Intiative (NUS-CRI) sebagai pengukuran risiko default, dan data dari laporan keuangan perusahaan.
Penelitian ini menunjukkan bahwa skor ESG memiliki asosiasi positif terhadap risiko default yang digambarkan oleh probabilitas default. Semakin tinggi nilai ESG perusahaan, maka risiko default perusahaan semakin meningkat. Dari ketiga pilar ESG, skor kinerja sosial memiliki asosiasi positif signifikan, sedangkan skor lingkungan dan skor tata kelola memiliki asosiasi yang positif namun tidak signifikan. Hasil penelitian yang berbeda dengan penelitian lain yang sudah dilakukan di luar Indonesia menunjukkan bahwa di Indonesia ESG masih dianggap sebagai biaya. Sehingga penerapan ESG yang baik yang tercermin dari skor ESG yang tinggi justru dianggap sebagai beban keuangan bagi perusahaan yang berada di Indonesia.
This study aims to examine the association of environment, social, and governance (ESG) performance on default risk. This research use sample of 34 Indonesia nonfinancial companies listed on Indonesia Stock Exchange (IDX) during 2018-2022. This research use ESG score from Thomson Reuters Refinitiv, probability of default by National University of Singapore Credit Research Initiative (NUS-CRI), and financial reports data.
This research demonstrates that ESG scores are positively associated with default risk. Research findings confirm that companies with higher ESG scores are associated with higher probability of default. Further investigation shows among the three ESG pillars, social score is significantly positively associated with default risk, whereas environmental and governance scores have a positive but insignificant association with default risk. The findings of this study which differ from previous research conducted outside Indonesia indicate that ESG in Indonesia considered as cost. A good ESG implementation as reflected in high ESG score is considered a financial burden for companies operating in Indonesia.
Kata Kunci : Kinerja ESG, risiko kredit, risiko default, probabilitas default, ESG performance, credit risk, default risk, probability of default