Analisis Pegelolaan Obat Di Rumah Sakit Dr. Soetarto Yogyakarta Pada Tahap Procurement
Inganatus Solihah, Dr. apt. Diah Ayu Puspandari., MBA., M.Kes.; Prof. Dr. apt. Satibi M.Si.
2025 | Tesis | Magister Manajemen Farmasi
Manajemen obat di rumah sakit adalah unsur penting
dalam fungsi manajerial rumah sakit secara keseluruhan, karena ketidakefisienan
dalam manajemen obat dapat berdampak negatif baik secara medis maupun ekonomis.
Proses perencanaan dan pengadaan obat sangat mempengaruhi ketersediaan obat dan
aspek ekonomi rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran
sistem perencanaan dan pengadaan obat di Rumah Sakit dr. Soetarto, mengevaluasi
pencapaian indikator pengelolaan obat, serta melihat peran management
support dalam tahap perencanaan dan pengadaan obat.
Penelitian
ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengumpulan data kuantitatif secara
retrospektif dan data kualitatif untuk melihat gambaran management support
melalui teknik wawancara mendalam dengan pihak terkait pengelolaan obat pada
tahap procurement. Data kuantitatif dihitung menggunakan rumus untuk
tiap indikator dan disajikan dalam bentuk tabel dengan nilai persentase yang
dibandingkan dengan standar pengelolaan obat di rumah sakit. Data kualitatif
diolah menjadi transkrip, direduksi, dan disajikan dalam bentuk narasi sesuai
tema.
Hasil penelitian di RS dr. Soetarto Yogyakarta pada tahap perencanaan persentase kesesuaian dengan 10 penyakit terbesar 100%, ketepatan perencanaan 65,9%±47,9%, kesesuaian item yang diminta dengan yang direncanakan 100,9%, kesesuaian jumlah yang diminta dengan yang direncanakan 198,2%±189,3%, persentase item obat yang diminta dengan yang diterima adalah 97,7?n jumlah obat yang diminta dengan yang diterima adalah 90% ±136,7%, pada tahap pengadaan persentase kecukupan dana 100%, frekuensi pengadaan obat 8,1±4,4 kali dalam satu tahun. Indikator alokasi dana pengadaan, dan tertundanya pembayaran tidak dapat diamati dan untuk Tingkat ketersedian obat adalah 13,9 bulan. Hasil penelitian menujukkan management support mempengaruhi pengelolaan obat tahap procurement.
Kesimpulan penelitian adalah di RS dr. Soetarto Yogyakarta pada tahap procurement yang meliputi tahap perencanaan dan tahap pengadaan belum efisien. Rekomendasi untuk RS dr. Soetarto Yogyakarta perlu melakukan evaluasi terhadap perencanaan kebutuhan obat, melakukan optimalisasi permintaan obat, melakukan evaluasi terhadap frekuensi pengadaan obat serta meningkatkan kompetensi SDM.