Hubungan antara faktor sosial ekonomi dengan perilaku ibu dalam perawatan kesehatan ibu dan bayi di kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta
Prajudi Harko Sututo, Prof. Drs. Kasto, M.A.
2000 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANKabupaten Gunung Kidul merupakan salah satu kabupaten di Propinsi D.I. Yogyakarta yang mempunyai IMR terendah diantara kabupaten lainnya. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Ponjong dan Kecamatan Panggang. Kedua daerah tersebut mempunyai kondisi sosial ekonomi dan karakteristik fisiografis yang berbeda yaitu sebagai daerah dataran dan perbukitan. Adanya perbedaan ini berpengaruh terhadap perilaku perawatan kesehatan ibu dan bayi. Penelitian ini mengambil judul "Hubungan Antara Faktor Sosial Ekonomi Dengan Perilaku Ibu Dalam Perawatan Kesehatan Ibu Dan Bayi Di Kabupaten Gunung Kidul Propinsi D.I. Yogyakarta." Tujuan dari penelitian ini adalah pertama, untuk mengetahui hubungan antara pendidikan dengan perilaku ibu. Kedua, untuk mengetahui hubungan antara pendapatan dengan perilaku ibu. Ketiga, untuk mengetahui hubungan antara aktivitas PKK dengan perilaku ibu Keempat untuk mengetahui hubungan antara aktivitas Posyandu dengan perilaku ibu dan Kelima untuk mengetahui perbedaan perilaku ibu berdasarkan karakteristik fisiografis. Metode penelitian dilakukan dengan secara survei, penentuan sampel dilakukan dengan cara quota sampling yaitu sampel untuk daerah dataran dan perbukitan diambil dengan jumlah sama, masing-masing 50 responden setelah dilakukan penarikan sampel. Sampel penelitian yaitu ibu berstatus kawin yang mempunyai anak usia kurang 1 tahun. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tabel frekuensi dan tabel silang. Sedangkan uji statistik yang digunakan adalah uji statistik korelasi dan regresi ganda untuk mengetahui hubungannya dan one-way anova untuk melihat perbedaan perilaku. Hasil penelitian menunjukkan jumlah pemeriksaan kehamilan ibu selama masa hamil pada daerah dataran sebanyak 11 kali dan daerah perbukitan sebanyak 9 kali. Kecukupan gizi baik gizi nabati maupun hewani kedua daerah tersebut termasuk cukup baik yaitu dalam satu minggu rata-rata ibu mengkonsumsi makanan tersebut lebih dari 3 hari. Semakin banyak pertolongan persalinan dilakukan secara medis yang ditangani oleh Bidan/Dokter. Rata-rata ibu memberikan ASI pada bayi sebanyak 8 jam dalam seharinya. Cara penanganan kesakitan bayi pada umumnya dilakukan dengan membawa kepada Bidan/Dokter. Pengaruh faktor sosial ekonomi terhadap perilaku ibu mempunyai peranan yang bervariasi pula. Faktor pendidikan berhubungan positif cukup era dengan perilaku ibu dan merupakan faktor yang besar sumbangannya terhadap perilaku perawatan kesehatan ibu dan bayi. Faktor pendapatan mempunyai hubungan posistif yang cukup erat terutama pada daerah perbukitan. Aktivitas Posyandu dan aktivitas sosial PKK mempunyai hubungan positif yang cukup erat terhadap perilaku baik di daerah dataran maupun perbukitan. Terdapat perbedaan perilaku ibu antara daerah dataran dengan daerah perbukitan. Perbedaan yang bermakna terutama pada perilaku yang berkaitan dengan faktor pendapatan. Perilaku kurang bermakna terdapat pada perilaku kebiasaan pemberian ASI.
Gunung Kidul Regency is one of the regencies in Yogyakarta Special Province whose the lowest IMR than others. This study was carried out in sub- district of Ponjong and Panggang. Each different social economic condition and physiography characteristic, that is, plan and hills, respectively. The different places influence on mother and child behavior on medical care. The study has tittle " The Relationship between Social Economic Aspect and Mother's Behavior Mother and Infant Medical care in Gunung Kidul Regency, Yogyakarta Special Province". The aims of the study were: First, to find out the relationship between mother's behavior and her education. Secon, to find out the relationship between mother's behavior nd her income. Third, to find out relationship between socisl activity (PKK) and mother's behavior. Fourth, to find out relationship between Posyandu (Integrated Services Unit) and mother's behavior. Final, to investigate various mother's behavior caused by their physiograpihy characteristic. The Methodology of the study used here was surveying by quota sampling techique, that is the samples for plain area is the same quantity - each has 50 respondens - as the samples for the hill area. The samples were mothers who not divorced and havw a child under one year. The analysis of data used on this study is a frequent tabel and crossing table. While, the statistical examination is correlating examination and multiple regression to investigate the relationship and one-way anova examination to find out behavior. The result shows that the amout of the mother's pregnacy examination in the plain area are 11 times and 9 times in other. Nutrient suffiency - both vegetable nutrient and animal nutrient on two is good, average, a mother cunsumes that food more than three days per a week. There are more childbirth aid give by midwife or doctor now. Average suckle on the breast done by a mother are 8 hours per a day. Generally, when a baby a sick his or her mother will carrying the baby to examined by a doctor or a midwife. The influences of social economic aspect on behavior's mother is vary. The education of a mother has strong posutif relationshipon her behavior and on the medical care behavior of the baby. The income has strong positif relationship on them, mainly, in the hills of her and the baby. PKK and Posyandu activities have strong positif relationship both on the palin and the hills. There are some different mother's behavior among who lives in the plain and who lives in the hills, mainly, associated with their income. Meaningless behavior appears on suckle on the breast behavior.
Kata Kunci : perawatan kesehatan,perilaku ibu,Gunungkidul,DIY,IMR,Posyandu,PKK