Laporkan Masalah

Variasi jenis kegiatan dan Upah pelaku mobilitas pada industri kerajinan perak

Peni Setyowati, Prof. Dr. Ida Bagoes Mantra; Drs. R. Rijanta, M.Sc.

1998 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Industri kerajinan perak di Kotagede sudah ada sejak abad ke 16 yaitu pada jaman kerajaan Mataram Islam dan dewasa ini berkembang karena adanya pembangunan industri pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta. Buruh-buruh yang bekerja di industri kerajinan perak di Kotagede khususnya di Kelurahan Prenggan kebanyakan adalah pekerja pelaku mobilitas, sehingga timbul pertanyaan merigapa para pekerja pelaku mobilitas mau. bekerja di industri kerajinan perak waalaupun upah yang mereka terima dibawah upah minimum. Maka dilakukan penelitian di Kelurahan Prenggan, Kecamatan Kotagede dengan obyek penelitian pekerja pelaku mobilitas. Penelitian ini menggunakan metode sensus dan macam data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Untuk analisis data menggunakan uji statistik T-Test dan korelasi product moment. Dari hasil penelitian ini didapat bahwa tenaga kerja lokal cenderung bekerja di luar Kotagede bahkan sampai ke luar propinsi DIY dan kebanyakan bekerja pada sektor non pertanian, sehingga kesempatan kerja yang ada khususnya di industri kerajinan perak didominasi oleh tenaga kerja pelaku mobilitas. Walaupun rata-rata upah yang diterima di industri tersebut rendah bahkan di bawah UMR DIY pekerja pelaku mobilitas menyenangi pekerjaan tersebut karena hubungan kerja yang terjalin di tempat kerja bersifat kekeluargaan, baik itu hubungan dengan pengusaha maupun degan sesama pekerja. Alasan lain mereka tetap bekerja di industri kerajinan perak adalah adanya kontinuitas kerja. Rekruitmen tenaga kerja didasarkan pada sistem informasi berantai yaitu tenaga kerja yang sudah bekerja terlebih dahulu merekrut teman atau saudaranya dari daerah asal. Sehingga dalam satu perusahaan kebanyakan tenaga kerjanya berasal dari daerah yang sama. Variasi upah bagi pekerja didasarkan pada variasi jenis aktivitas. Faktor lain yang mempengaruhi upah adalah perbedaan sistem pengupahan dan lama bekerja. Semakin lama masa bekerja maka semakin tinggi upah yang diterima oleh pekerja tersebut.

-

Kata Kunci : industri kerajinan perak,Kotagede,Kota Yogyakarta,DIY

  1. S1-1998-88469-Peni_Setyowati-abstract.PDF  
  2. S1-1998-88469-Peni_Setyowati-bibliography.PDF  
  3. S1-1998-88469-Peni_Setyowati-tableofcontent.PDF  
  4. S1-1998-88469-Peni_Setyowati-title.PDF