Mobilitas non permanen angkatan kerja wanita kalurahan Sidoarum kecamatan Godean kabupaten Sleman tahun 1988
Prima Tinelo Bagu, Prof. Dr. Ida Bagoes Mantra
1989 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian mobilitas non permanen angkatan kerja wanita yang dilakukan di kalurahan Sidoarum kecamatan Godean kabupaten Sleman, secara umum bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang mobilitas tenaga kerja wanita ke luar desa. Tujuan tersebut antara lain untuk mengetahui (1) faktor-faktor yang mendorong angkatan kerja wanita melakukan mobilitas non permanen, (2) karakteritik dari angktan kerja wanita yang melakukan mobilitas non permanen, (3) besarnya sumbangan migran terhadap keluarga. Metode penelitian ini menggunakan 'Purposive Sampling' dengan mengambil wilayah kalurahan Sidoarum. Responden dalam penelitian ini adalah angkatan kerja wanita yang berusia 15-54 tahun. Penentuan responden dengan menggunakan sistem Random Sampling. Informasi yang dikumpulkan meliputi data primer, antara lain: data demografi, data sosial ekonomi, data tentang mobilitas wanita melalui wawancara langsung dengan menggunakan daftar pertanyaan dan berdasarkan hasil observasi, sedang data sekunder dipero- leh dari catatan-catatan pada instansi yang ada hubungannya dengan masalah penelitian. Analisa data dengan menggunakan tabel frekuensi dan tabel silang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang mendorong angkatan kerja wanita melakukan mobilitas untuk bekerja di luar desa adalah karena kurangnya kesempatan kerja di bidang pertanian dan non pertanian di dasa asal. Lebih dari 60 persen migran berasal dari keluarga yang tidak memeliki tanah pertanian. Daerah tujuan penglaju terbanyak berjarak kurang dari radius 10 km, sedangkan migran sirkuler kebanyakan berjarak kurang dari radius 150 km. Mobilitas non permanen ini banyak terjadi pada keluarga yang mempunyai tanggungan keluarga lebih dari 2 (dua) orang. Umur mugran penglaju terbanyak adalah usia 45-54 tahun dan berstatus kawin. Hal ini dapat dimaklumi karena mereka berusaha untuk ikut berpartisipasi terhadap rumah tangga, sedang bagi migran sirkuler 53,3 % diantaranya berusia antara 15-24 tahun dan belum menikah. Secara umum telihat bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan semakin banyak angkatan kerja wanita yang melakukan mobilitas. Sebagian besar untuk semua jenis mobilitas non permanen yang didapat di daerah penelitian pelaku mobilitas adalah berdagang. Sumbangan yang diberikan migran penglaju terhadap rumah tangganya adalah lebih besar jika dibandingkan dengan migran sirkuler, berdasarkan pengakuan mereka sebagian besar keadaan rumah tangha mereka menjadi lebih baik setelah bekerja di luar desa.
-
Kata Kunci : Angkatan kerja wanita,Tenaga Kerja Wanita,Mobilitas Pekerja,Godean,Sleman,DIY