Laporkan Masalah

Kajian Persebaran Permukiman Kumuh Berdasarkan Budaya Miskin di Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya

Wanda Fitri Tjahyanityasa, Dr. Djaka Marwasta, S.Si., M.Si;Dr. Rika Harini, S.Si., M.P.

2025 | Tesis | S2 Geografi

Persebaran permukiman kumuh berdasarkan adanya sifat budaya miskin masyarakat yang tinggal di wilayah permukiman kumuh, akibatnya di wilayah pesisir akan mengalami peningkatan penduduk migrasi yang berasal dari etnis Madura. Penelitian ini terletak di Kecamatan Kenjeran yang berada di wilayah Utara Kota Surabaya. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) mengkaji persebaran cluster permukiman kumuh di Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya; 2) mengkaji budaya miskin masyarakat permukiman kumuh di Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya; dan 3) merumuskan strategi penanganan persebaran permukiman kumuh yang berdasarkan budaya miskin di Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya. Studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis SWOT dalam strategi yang berurusan dengan jenis budaya yang buruk di daerah kumuh. Teknik perekaman data yang digunakan adalah pengamatan lapangan, wawancara, dokumen, dan survei. Unit analisis dalam penelitian ini adalah cluster atau pengelompokkan masyarakat yang tinggal di permukiman kumuh di Kecamatan Kenjeran, seperti cluster nelayan cluster penjual ikan, cluster kuliner, cluster pengrajin dan cluster tempat wisata. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini digunakan menggunakan Simple Random Sampling, yang termasuk dalam probability sampling guna untuk dilakukan ditempat penelitian atau unit sampling. Jumlah responden dalam penelitian ini yaitu 99 responden, serta strategi penanganan permukiman kumuh berdasarkan budaya miskin dianalisis menggunakan SWOT. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya sifat budaya miskin masyarakat etnis Madura yang menimbulkan fenomena permukiman kumuh sebesar 69,97% di wilayah peneliti. Cluster nelayan dan cluster penjual ikan termasuk permukiman kumuh dengan kategori tinggi, cluster kuliner dan cluster pengrajin termasuk permukiman kumuh dengan kategori sedang, dan cluster tempat wisata termasuk permukiman kumuh dengan kategori rendah. Terdapat 4 Sifat budaya miskin masyarakat yang mempengaruhi pembentukan cluster permukiman kumuh, yaitu adanya sifat pasrah terhadap nasib, sifat apatis, sifat ketergantungan dan sifat  kekerabatan. Strategi utama yang dapat diterapkan yaitu dengan mengatasi sifat budaya miskin masyarakat yang berada di wilayah permukiman kumuh.

The distribution of slums is based on the poor cultural characteristics of the people who live in slum areas, as a result in coastal areas will experience an increase in migratory population originating from Madurese ethnicity. This research is located in Kenjeran Sub-district which is in the North area of Surabaya City. The objectives of this research are: 1) to study the distribution of slum clusters in Kenjeran Sub-district, Surabaya City; 2) to study the culture of the poor in slum communities in Kenjeran Sub-district, Surabaya City; and 3) to formulate strategies for handling the distribution of slums based on the culture of the poor in Kenjeran Sub-district, Surabaya City. This research uses a qualitative descriptive method with SWOT analysis in the strategy of handling the poor cultural characteristics of slum communities. The data collection techniques used were field observation, interviews, documentation and questionnaires. The unit of analysis in this research is a cluster or grouping of people living in slums in Kenjeran Subdistrict, such as a fisherman cluster, a fishmonger cluster, a culinary cluster, a craftsman cluster and a tourist cluster. The sampling technique used in this study is Simple Random Sampling, which is included in probability sampling in order to be carried out at the research site or sampling unit. The number of respondents in this study was 99 respondents, and the strategy of handling slums based on poor culture was analysed using SWOT. The results of this study show that there is a poor cultural trait of the Madurese ethnic community that causes the slum phenomenon of 69.97% in the research area. Fishermen clusters and fishmongers clusters include slums with high categories, culinary clusters and craftsmen clusters include slums with medium categories, and tourist attractions clusters include slums with low categories. There are 4 cultural traits of the poor that influence the formation of slum clusters, namely resignation to fate, apathy, dependence and kinship. The main strategy that can be applied is to overcome the poor cultural traits of people living in slum areas. 

Kata Kunci : Permukiman Kumuh,Cluster,Etnis Madura,Budaya Miskin

  1. S2-2025-509940-abstract.pdf  
  2. S2-2025-509940-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-509940-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-509940-title.pdf