Pemetaan data keluarga berencana kabupaten Boyolali, Klaten dan Sukoharjo tahun 1982-1986
Paulus, Drs. Maruli Sinaga
1989 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHSebagai negara berkembang yang senantiasa meningkatkan usaha pembangunan disegala bidang, Indonesia banyak menghadapi masalah dalam bidang kependudukan. Masalah pokok di bidang kependudukan yang dihadapi Indonesia berupa jumlah penduduk yang besar, laju pertumbuhan yang tinggi, penyebaran yang tidak merata, struktur umur yang muda dan arus urbanisasi yang tinggi. Laju pertumbuhan penduduk sangat dipengaruhi oleh tingkat kematian dan kelahiran. Tingkat kelahiran dapat diturunkan melalui Program Keluarga Berencana. Tujuan penelitian ini menyajikan data pelaksanaan Keluarga Berencana di Kabupaten Boyolali, Klaten dan Sukoharjo tahun 1982-1986 serta mengevaluasi peta-peta yang dihasilkan. Data yang digunakan data sekunder terdiri dari: Target dan pencapaian akseptor KB baru dan aktif, akseptor KB baru menurut metode kontrasepsi, menurut kelompok umur, menurut jumlah anak, akseptor KB aktif menurut metode kontrasepsi, tingkat prevalensi akseptor KB aktif terhadap pasangan usia subur, penduduk menurut kelompok umur dan jenis kelamin, menurut mata pencaharian, menurut tingkat pendidikan. Penelitian ini bersifat informatif yang menyajikan data Keluarga Berencana dalam bentuk peta. Peta dasar yang digunakan berskala 1:150 000 dengan batas administrasi terkecil kecamatan. Simbol-simbol yang digunakan adalah bargraph, piegraph, adjacent dan "choropleth".Peta yang dihasilkan berupa peta Target dan pencapaian akseptor KB baru dan aktif (2 peta), Peta akseptor KB baru menurut metode kontrasepsi, menurut kelompok umur, menurut jumlah anak, peta akseptor KB aktif menurut metode kontrasepsi, peta tingkat prevalensi akseptor KB aktif terhadap pasangan usia subur (terdiri dari 2 peta). Peta bantu yang dihasilkan berupa peta ikhtisar, peta pertumbuhan penduduk, peta pasangan usia subur, peta penduduk menurut kelompok umur dan jenis kelamin, peta penduduk menurut mata pencaharian dan peta penduduk menurut tingkat pendidikan. Peta tersebut menunjukkan pencapaian dari target akseptor Keluarga Berencana baru maupun aktif mengalami naik turun, pada umumnya akseptor Keluarga Berencana aktif mengalami kenaikan. Rata-rata umur akseptor antara 20-30 tahun, jumlah anak rata-rata 1-2 orang dan metode yang banyak digunakan adalah pil. Tingkat prevalensi akseptor Keluarga Berençana aktif terhadap pasangan usia subur mengalami peningkatan selama kurun waktu tersebut, fase tertinggi telah mencapai pada fase V (di. atas 75%) dan terendah berada pada fase yang ke III.
-
Kata Kunci : Pemetaan, Klaten,Sukoharjo,Boyolali,Jawa Tengah